Begini Sosok Saksi yang Meringankan Ahok di Sidang ke-14  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menunjukkan spanduk yang bertuliskan bahwa Ahok tidak bersalah di depan gerbang Kementerian Pertanian jalan Ragunan, Jakarta Selatan, 7 Maret 2017. Aksi ini dilakukan saat sidang dugaan penistaan agama ke-13. TEMPO/Yola destria/Magang

    Seorang wanita menunjukkan spanduk yang bertuliskan bahwa Ahok tidak bersalah di depan gerbang Kementerian Pertanian jalan Ragunan, Jakarta Selatan, 7 Maret 2017. Aksi ini dilakukan saat sidang dugaan penistaan agama ke-13. TEMPO/Yola destria/Magang

    TEMPO.COJakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Utara menggelar persidangan ke-14 dugaan penodaan agama yang melibatkan Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa, 14 Maret 2017. 

    Seperti sebelumnya, persidangan kembali digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

    Dalam agenda sidang kali ini, kuasa hukum akan menghadirkan sejumlah saksi yang akan meringankan Ahok. 

    Baca juga: Sidang Ahok, Ini Alasan Kuasa Hukum Hadirkan Saksi di Luar BAP

    "Kami menghadirkan satu orang saksi ahli dan empat orang saksi fakta," ujar anggota kuasa hukum Ahok, Sirra Prayuna, kepada Tempo, Senin malam, 13 Maret 2017.

    Adapun saksi-saksi yang akan hadir di antaranya seorang ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Edward Omar Sharif Hiariej. 

    Kemudian saksi kedua adalah Juhri, pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

    Selain itu, kuasa hukum menghadirkan seorang guru dari Sekolah Dasar (SD) Negeri 17 Badau, Tanjung Pandan, Belitung Timur, Ferry Lukmantara. 

    Kemudian, Suyanto, seorang sopir asal Dusun Ganse, Gantong, Belitung Timur, juga turut dihadirkan. Kuasa hukum juga berencana menghadirkan Fajrun, teman SD Ahok dari Dusun Lenggang.

    Simak juga: Hakim Tolak Kesaksian Kakak Angkat Ahok

    Dalam persidangan sebelumnya, tim kuasa hukum Ahok menghadirkan kakak angkat Ahok, Andi Analta Amier; politikus Partai Golkar, Bambang Waluyo Wahab; serta mantan calon Wakil Gubernur Bupati Belitung Eko Cahyono. 

    Namun majelis hakim menolak kesaksian Analta karena ia pernah menyaksikan pemeriksaan saksi di dalam persidangan.

    LARISSA HUDA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.