Pasutri Terdakwa Vaksin Palsu Minta Dijadikan Tahanan Kota  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa produsen vaksin palsu pasangan suami dan istri, Hidayat Taufiqurahman (kiri) dan Rita Agustina (tengah) menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Bekasi, 11 November 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    Terdakwa produsen vaksin palsu pasangan suami dan istri, Hidayat Taufiqurahman (kiri) dan Rita Agustina (tengah) menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Bekasi, 11 November 2016. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Bekasi - Suami-istri terdakwa pembuat vaksin palsu, Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustina, meminta majelis hakim memberikan dispensasi sebagai tahanan kota. Alasannya mereka ingin mengasuh anaknya.

    "Sejak klien saya ditahan pada Juni 2016, anak-anak mereka yang berjumlah dua orang selalu menanyakan keberadaan kedua orang tuanya," kata kuasa hukum terdakwa Roosyan Umar, di Bekasi, Selasa, 14 Maret 2017.

    Menurut dia, anak terdakwa masing-masing berusia 12 tahun dan 7 tahun, saat ini sedang dititipkan kepada kakak kandung Rita untuk dirawat selama terdakwa menjalani persidangan.

    "Kedua anaknya kini telah diasuh oleh kakaknya, namun hal tersebut malah menambah beban kakaknya yang sudah mempunyai empat orang anak," katanya lagi.

    Baca: Dituntut 12 Tahun, Rita Pembuat Vaksin Palsu Histeris

    Dikatakan Roosyan, terdakwa Hidayat juga telah mengakui perbuatannya, sehingga menyengsarakan istri dan kedua anaknya dan meminta majelis hakim meringankan hukuman mereka.

    "Terdakwa Rita juga sudah meminta permohonan kepada majelis hakim untuk dijadikan sebagai tahanan kota dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi," kata dia.

    Rita Agustina dan Hidayat Taufiqurahman dituntut hukuman 12 tahun penjara serta denda masing-masing Rp 300 juta atas perbuatannya memproduksi vaksin palsu, di rumahnya Kemang Pratama Regency, Rawalumbu, Kota Bekasi, sejak 2010-2016.

    Lima jenis vaksin palsu yang diproduksi, yakni vaksin Pediacel, Tripacel, Engerix B, Havrix 720, dan Tuberculin, dipasarkan ke sejumlah rumah sakit dan klinik di wilayah Bekasi dan Jakarta.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.