Pipa PAM Bekasi Pecah, Pasokan Air ke Rawa Semut Terganggu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pipa air bocor. Climatetechwiki.org

    Ilustrasi pipa air bocor. Climatetechwiki.org

    TEMPO.CO, Bekasi - Pasokan air bersih ke kawasan Rawa Semut, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, terganggu akibat pipa distribusi yang ditanam di jalan tol Jakarta-Cikampek pecah. Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi Bekasi terpaksa menghentikan pasokan untuk memperbaiki pipa.

    "Ada kebocoran pipa di KM 12 tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di bahu jalan tol dekat Rumah Sakit Mitra Keluarga Bekasi Timur," kata Kepala Seksi Umum dan Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi Cabang Rawalumbu Rizal Noverika, Kamis, 16 Maret 2017.

    Menurut Rizal, pipa yang bocor tersebut merupakan jaringan instalasi distribusi air dari lokasi pengolahan di Rawalumbu menuju perumahan penduduk di Rawa Semut. "Pipanya bocor sekitar enam sentimeter dan air meluap ke bahu jalan tol, namun tidak menggenangi jalan tol hanya di bagian bahu yang menjadi lokasi pemancangan tiang MRT," katanya.

    Petugas PDAM Bhagasasi bersama petugas jalan tol Jakarta-Cikampek telah menangani kerusakan itu. "Begitu ada laporan masuk, kami segera mengutus tim perbaikan. Diperkirakan butuh waktu penanganan tiga-empat jam," katanya.

    Selama proses perbaikan, kata Rizal, pasokan air menuju Rawa Semut disetop sementara waktu hingga situasi normal. Genangan kebocoran air dari pipa PDAM Bhagasasi mencapai ketinggian sekitar 20-40 sentimeter di bahu jalan tol. Petugas mengantisipasi luapan genangan menuju badan jalan tol dengan menghalanginya menggunakan beton pembatas jalan.

    Situasi itu tidak berakibat pada kemacetan lalu lintas untuk kendaraan dari arah Jakarta menuju Cikampek.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.