Dewan Pers Peringatkan Media Berhati-hati Beritakan Pahinggar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Maraknya pemberitaan yang diikuti dengan penyebaran video bunuh diri Pahinggar Indrawan ditanggapi Dewan Pers Indonesia. Ketua Dewan Pers Stanley Adi Prasetyo meminta media-media di Indonesia untuk ekstra hati-hati dalam memberitakan peristiwa itu.

    "Bukan hanya menyebarkan rekaman siaran langsung bunuh diri yang tak boleh, bahkan memberitakan orang bunuh diri dengan merekam prosesnya pun sebaiknya tak diberitakan," ujar Stanley dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Sabtu, 18 Maret 2017.

    Sebagaimana telah diberitakan, Pahinggar Indrawan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat kemarin. Namun, ia tidak melakukannya secara tertutup, melainkan secara terbuka dengan menyiarkan secara langsung proses bunuh dirinya di Facebook.

    Berdasarkan dari pengakuan Indra sebelum bunuh diri, ia sempat cekcok dengan istrinya. Istrinya lalu pergi meninggalkan dia dan anak-anaknya. Indra yang mengaku bimbang akhirnya nekat gantung diri dan mempersembahkan videonya untuk istrinya.

    Stanley menyampaikan, penyiaran gambar atau video yang sadis seperti aksi Pahinggar, meski untuk pemberitaan sekalipun, bisa berujung buruk jika dibiarkan. Salah satu akibatnya adalah menimbulkan trauma bagi anak-anak maupun keluarga yang ditinggalkan.

    Akibat lainnya adalah bisa menginspirasi tindakan serupa. Dalam kriminologi, kata Stanley, dikenal konsep copy cat, seseorang meniru tindakan buruk atau kriminal orang lain.

    "Perlu diingat, Pasal 4 Kode Etik Jurnalistik menyatakan wartawan tak menyiarkan berita yang sadis, yaitu yang mengarah pada perbuatan yang kejam dan tak mengenal belas kasihan termasuk kepada dirinya sendiri," ujar Stanley.

    Stanley mengakui tak gampang mencegah sebuah berita sadis beredar. Oleh karenanya, ia berharap berita yang sudah merebak tak menginspirasi orang lain untuk menirunya. "Apalagi jika tujuannya sekadar mencari sensasi saat galau," ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN M.P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.