Anggota DPRD Desak Pemerintah Revitalisasi Pasar Cikarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pasar tradisional. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ilustrasi pasar tradisional. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Bekasi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Yudi Darmansyah, meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk segera merevitalisasi Pasar Cikarang yang terbakar Oktober 2015. "Perlunya ketegasan pemerintah daerah dalam memberikan solusi terbaik dan penyelamatan aset berupa pasar tradisional ini harus segera dilakukan," kata Yudi di Cikarang, Minggu, 19 Maret 2017.

    Menurut Yudi, revitalisasi pasar seharusnya sudah dimulai pada anggaran pendapatan tambahan (ABT) 2016, tapi hingga saat ini belum ada pengerjaan.

    Memang sebelumnya ada penolakan dari sebagian pedagang yang tidak mau dipindah selama pembangunan dengan alasan lokasi terlalu jauh, sehingga konsumen tidak ada yang datang. Namun itu hanya pemikiran beberapa pedagang, sebab sebagian besar pedagang justru meminta pembangunan pasar segera dikerjakan.

    Hanya saja, kata Yudi, pedagang meminta agar pembangunan dikerjakan sendiri oleh pemerintah kabupaten, bukan dengan sistem building operate transfer (BOT). Sebab apabila menggunakan BOT dikhawatirnya ke depannya akan memberatkan pedagang. "Karena BOT menggunakan dana pihak ketiga atau pihak swasta, di mana pihak swasta ini tentu akan mencari keuntungan dengan membebankan kepada para pedagang," katanya.

    Yudi berharap tuntutan itu bisa dipenuhi karena anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) cukup besar. Dengan penggunaannya APBD ini, Yudi yakin pembangunan pasar dapat berjalan lebih maksimal. Misalnya saja, dengan anggaran Rp 500 miliar nanti bisa dicicil dalam waktu dua atau tiga tahun sehingga beban APBD setiap tahunnya hanya Rp 150-200 miliar.

    "Jadi lebih menggunakan sistem pembangunan berkala, sehingga dalam waktu dua hingga tiga tahun dapat terselesaikan dengan baik," katanya.

    Pembangunan yang dimaksud bertahap itu lebih menggunakan cara pola pertama yaitu bagian dasar pasar, sedangkan pola kedua yaitu bagian tengah maupun belakang.

    "Untuk pola ketiga lebih penggunaannya untuk finishing atau akhir pengerjaan. Itu jauh lebih tepat bila," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.