Mengaku Trayek Dipangkas, Sopir Angkot Cikarang-Bekasi Demo  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kemacetan di sekitar Mall Metropolitan, Bekasi, Jawa Barat, 13 Oktober 2014. Kota ini berada di urutan keenam dengan laju kendaraan 21,86 Km/Jam. Empat kota di peringkat VII-X antara lain: Tangerang, Medan, Makassar dan Semarang. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Suasana kemacetan di sekitar Mall Metropolitan, Bekasi, Jawa Barat, 13 Oktober 2014. Kota ini berada di urutan keenam dengan laju kendaraan 21,86 Km/Jam. Empat kota di peringkat VII-X antara lain: Tangerang, Medan, Makassar dan Semarang. TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan sopir angkutan perkotaan K-01 Cikarang-Bekasi melakukan unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Bekasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa, 21 Maret 2017.

    Aksi itu buntut dari pemangkasan rute angkutan tersebut yang kini hanya sampai Terminal Bekasi, dari sebelumnya hingga ke Stasiun Bekasi.

    "Pemotongan trayek sama saja memotong penghasilan kami," kata seorang sopir, Agus Rihat Manalu, Selasa, 21 Maret. Sebab itu, pihaknya meminta agar dinas perhubungan setempat mengembalikan trayek semula yakni dapat melintas di Jalan Hasibuan-Veteran dan Stasiun Bekasi.

    Menurut dia, selama ini pendapatan paling banyak berasal dari Stasiun Bekasi, dengan penumpang tujuan Tambun, dan Cikarang. Setelah dipangkas pada akhir bulan lalu, otomatis mereka mengaku pendapatannya berkurang. "Kami ingin diperbolehkan lagi seperti semula," ujar dia.

    Baca juga: Polisi Menghalangi Ratusan Ojek Online Depok yang Mau Masuk Bogor

    Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana membantah telah memotong trayek angkot K-01. Menurut dia, pihaknya hanya ingin mengembalikan trayek sesuai izin dari Dinas Perhubungan Jawa Barat.

    "Izinnya hanya sampai dengan Terminal Bekasi," kata dia.

    Ia mengatakan izin angkutan antardaerah antarprovinsi dikeluarkan oleh provinsi. Lagi pula, kata dia, penertiban tersebut untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sekitar stasiun, karena bersinggungan dengan angkutan lain di sana yang sudah mempunyai izin trayek. "Agar tertib lagi, sesuai dengan izin," kata Yayan.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.