DKI Ajak Pengusaha Muda Kembangkan Ekonomi Kreatif Betawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menerima Cukin Betawi dari perwakilan masyarakat Betawi dalam Peresmian Outlet Souvenir Betawi di Lenggang Jakarta, Monas, 23 Maret 2017. TEMPO/Larissa Huda

    Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menerima Cukin Betawi dari perwakilan masyarakat Betawi dalam Peresmian Outlet Souvenir Betawi di Lenggang Jakarta, Monas, 23 Maret 2017. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mengajak Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjadi mitra bisnis untuk mengimplementasikan ekonomi kreatif budaya Betawi atau disebut ekrab.

    Menurut Sumarsono, ekrab untuk mengembangkan budaya Betawi di Jakarta, dapat diwujudkan dengan membuat cenderamata atau suvenir khas Betawi.

    Baca juga: Sebanyak 55 UKM Gelar Bazar di Kantor Wali Kota Jakarta Timur

    Soni menghadiri pengukuhan Badan Pengurus Daerah HIPMI DKI Jakarta periode 2017-2020 dan anggota baru HIPMI Jaya Angkatan III di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Maret 2017

    Ketua Umum HIPMI Jakarta Afifuddin Suhaeli Kalla menjelaskan ornamen atau cindera mata itu untuk menunjukkan budaya Betawi sebagai bagian dari Jakarta.

    Afifhudin mengatakan HIMPI siap berintegrasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan perekonomian di Ibu Kota.

    HIPMI bertekad mencetak pengusaha-pengusaha muda sekaligus meningkatkan level bisnis mereka. Sebagai mitra bisnis pemerintah daerah, katanya, HIPMI berperan memberi pelatihan kepada masyarakat.

    Saat ini, anggota aktif HIMPI Jakarta sebanyak 1000 orang. Sementara jumlah anggota secara keseluruhan di Ibu Kota ada 3000 orang. HIPMI Jakarta akan fokus menumbuhkan sektor digital dengan memanfaatkan teknologi. Sebab, tren berjualan secara online sudah banyak dilakukan.

    "Jadi sebenarnya calon-calon pengusaha di Jakarta banyak sekali. Jadi, bagaimana kita bisa fokus di situ dan juga bisa memanfaatkan teknologi untuk kepentingan bisnis," katanya.

    Simak juga: Bekraf Dorong Pebisnis Soto Buka Outlet di Banyak Negara

    Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan ekonomi kreatif merupakan salah satu faktor pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pengusaha muda memiliki kreativitas yang dapat digali dan dikembangkan menjadi sebuah bisnis sehingga lapangan kerja akan bertambah.

    "Rakyat diajak bekerja dan angkatan kerja kita dimaksimalkan dengan baik," ujar Saefullah.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.