Seorang Pria Tewas Dibadik Teman Mabuknya di Menteng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat menunjukan barang bukti begal, di Subdirektorat Reserse Mobil Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ahad, 27 November 2016. Tempo/Egi Adyatama

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono saat menunjukan barang bukti begal, di Subdirektorat Reserse Mobil Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ahad, 27 November 2016. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria, Agus Misianto, 22 tahun, ditusuk temannya, Waras Sunarko (52) usai bertengkar di Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam, 3 April 2017. Kepala bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan peristiwa itu berawal saat korban dan pelaku pergi minum alkohol bersama.

    "Pelaku marah mendengar pernyataan korban dan merasa dibohongi, lalu (pelaku) memukul korban," kata Argo melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 4 April 2017. Argo menuturkan, berdasarkan keterangan saksi Fitri Damayanti (18), saat pelaku dan korban tengah mabuk, pelaku meminta korban membeli rokok dan memberinya uang Rp 3 ribu.

    Baca: Polisi Tangkap Pemuda yang Bacok Pelajar Hingga Tewas di Ancol

    Tapi, tak lama setelah pergi mencari rokok, korban kembali dan mengatakan bahwa penjual rokoknya tutup. Waras yang merasa dibohongi, marah dan memukul Agus. Agus yang tak terima dipukul melawan dan menghajar Waras hingga babak belur.

    Kemudian pergi meninggalkan pelaku. Namun, ia dipanggil kembali oleh salah satu temannya untuk menyelesaikan masalah antara dia dan pelaku. "Keduanya terlibat adu mulut. Pelaku kemudian menusukkan badik ke dada kiri korban," ujarnya.

    Baca juga: Diejek Saat Mabuk, Pemuda Ini Bacok Remaja Hingga

    Korban dibawa ke RSCM, tapi dokter menyatakan Agus sudah meninggal. Kasus ini kini tengah ditangani Polsek Menteng.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.