UNBK SMA, Sumarsono: Tahun Ini Lebih Bersih dari Isu Bocoran  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana laboratorium komputer yang dijadikan tempat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Jakarta, Setia Budi, Jakarta Selatan, 10 April 2017. TEMPO/Larissa

    Suasana laboratorium komputer yang dijadikan tempat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Jakarta, Setia Budi, Jakarta Selatan, 10 April 2017. TEMPO/Larissa

    TEMPO.COJakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, mengimbau semua siswa sekolah menengah atas (SMA) tidak menggunakan segala bentuk bocoran jawaban atau soal ujian nasional. Pasalnya, ujar Soni, ujian nasional di DKI Jakarta seluruhnya berbasis komputer.

    "Saya ingin menegaskan tahun ini akan jauh lebih bersih isu bocoran soal ujian. Kalau ada isu demikian, (jawaban atau soal) itu pasti tidak benar. Karena tidak mungkin sehingga tidak perlu percaya bocoran," ujar Soni saat meninjau pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Jakarta, Senin, 10 April 2017.

    Baca: 86 SMA dan MA Depok Laksanakan UNBK

    Soni, sapaan Sumarsono, mengatakan sistem pengamanan soal ataupun jawaban ujian nasional tahun ini sangat ketat. Selain itu, setiap siswa akan menerima jenis soal yang bervariasi, sehingga tidak memungkinkan mereka bertanya, apalagi meminta bocoran jawaban.

    "Setiap soal dari satu meja ke meja lain sangat bervariasi. Setiap soal sebelah kiri dan kanan pasti beda. Kalau soal sebelah kanan bicara mengenai warna, soal sebelah kiri akan membahas bentuk," kata Soni.

    Kemudian, semua soal disinkronkan dari pihak pendidikan nasional (diknas) dengan pemerintah di Jakarta. Soal tersebut hanya akan dibuka saat ujian nasional berlangsung. Sehingga, Soni meyakini, tidak akan ada kebocoran dalam ujian nasional tahun ini.

    Soni menuturkan, salah satu penyebab maraknya kebocoran soal pada ujian nasional karena penilaiannya sangat berpengaruh pada kelulusan seorang murid. Namun, dengan kebijakan yang baru dengan tidak menjadikan ujian nasional patokan, Soni menilai seharusnya sudah tidak diperlukan bocoran.

    Baca: Komputer Terbatas, Tangerang Selatan Gelar UNBK Tiga Sesi

    "Tapi ujian nasional kali ini jangan disepelekan karena kelulusan akan mempertimbangkan banyak hal. Salah satunya prestasi, termasuk UNBK dan perilaku sekolah," ujar Soni.

    Menurut dia, tingkat kelulusan akan ditentukan oleh dewan sekolah dan guru-guru pengajar. Sehingga, kata Soni, tidak ada lagi alasan menggunakan bocoran jawaban atau soal. "Perlukah bocoran? Tidak ada bocoran. Pengamanannya ketat. Jangan toleh kanan-kiri. Ujian ini dikerjakan dengan tenang, kemudian serius. Tetap yakin pada apa yang diyakini benar, jangan toleh kanan kiri," ujarnya.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.