Baru 32 Persen Warga Kabupaten Tangerang Terlayani Air Bersih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga di sejumlah desa di wilayah Kabupaten tangerang menyerbu tangki air bantuan Perusahaan Air Minum wilayah itu karena krisis air bersih akibat kekeringan. TEMPO/Joniansyah

    Warga di sejumlah desa di wilayah Kabupaten tangerang menyerbu tangki air bantuan Perusahaan Air Minum wilayah itu karena krisis air bersih akibat kekeringan. TEMPO/Joniansyah

    TEMPO.CO, Tangerang - Bupati Ahmed Zaki Iskandar mengatakan dari 3,5 juta jiwa penduduk Kabupaten Tangerang, baru 32 persen mendapat pelayanan air bersih. "Kami masih mengerjakan 8 persen lagi agar target 40 persen terpenuhi pada 2018," ujar Zaki, Jumat, 14 April 2017

    Zaki mengatakan banyak kendala dalam pemenuhan layanan air bersih bagi warga Kabupaten Tangerang yang tersebar di 29 Kecamatan. "Yang utama adalah sumber air baku yang terbatas dan pipanisasi yang sulit menjangkau karena luas wilayah Kabupaten," kata Zaki.

    Sumber air baku pengolahan air PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang selama ini bertumpu pada Sungai Cisadane dan beberapa sungai. Namun sejauh ini pasokan air baku belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan. Begitu juga dengan pasokan dari sejumlah situ yang juga tidak maskimal karena mengalami pendangkalan dan penyempitan. "Seperti Situ Patrasana dan Garugak karena sudah mendangkal," kata Zaki.

    Baca: Krisis Menahun, Tangerang Fokuskan Air Bersih untuk Warga Pesisir

    Pemerintah saat ini sedang mengkaji beberapa embung yang nantinya digunakan sebagai bahan baku air. "Tapi kapasitasnya juga terbatas, sekitar 100 liter/detik," katanya. Untuk itu pemerintah tengah menggenjot program berkesinambungan untuk meningkatkan produksi dan jaringan air bersih ke masyarakat. "Caranya dengan membangun pipanisasi, instalasi pengolahan air dan terminal air bersih di wilayah yang sulit dijangkau."

    Direktur Utama PDAM TKR, Rusdy Machmud mengatakan untuk memperluas layanan air bersih, BUMD telah mengucurkan dana Rp 150 miliar.  Dana sebesar itu diambil dari kas perusahaan untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan jaringan pipa di Teluk Naga dan Tigaraksa yang masing masing menelan investasi Rp 75 miliar. "IPA Teluk Naga kami optimalkan dengan penambahan kapasitas 100 liter/detik sehingga menjadi 200 liter/detik," ujarnya.

    Rusdy menerangkan dengan anggaran Rp 75 miliar IPA Teluk Naga akan dibangun dengan biaya Rp 42 miliar dan anggaran untuk pemasangan pipa sebesar Rp 33 miliar. Rincian yang sama juga berlaku untuk pembangunan IPA Tigaraksa diwilayahnya Barat Kabupaten Tangerang.

    Menurut Rusdy, dengan penambahan kapasitas produksi itu akan melayani 20 ribu warga Kabupaten Tangerang di Kecamatan Tigaraksa, Jambe, Cisoka, Kosambi dan Teluk Naga.

    Selain itu, penambahan kapasitas IPA Cikokol juga dilakukan dari 1300 liter/detik menjadi 1500 liter/detik." Tambahan kapasitas ini untuk melayani warga di Kecamatan Curug dan Panongan," katanya.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ashraf Sinclair dan Selebritas yang Kena Serangan Jantung

    Selain Ashraf Sinclair, ada beberapa tokoh dari dunia hiburan dan bersinggungan dengan olah raga juga meninggal dunia karena serangan jantung.