Polisi Pastikan Foto Dua Orang yang Viral Bukan Penganiaya Novel  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Masyrakat Anti Korupsi (MARS) sulsel menggelar aksi solidaritas unruk Novel Baswedan di Makassar, Sulawesi Selatan, 11 April 2017. Dalam aksi tersebut mereka meminta Presiden Jokowi melalui Kapolri untuk mengusut tuntas terkait kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang merupakan anggota KPK. TEMPO/Iqbal Lubis

    Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Masyrakat Anti Korupsi (MARS) sulsel menggelar aksi solidaritas unruk Novel Baswedan di Makassar, Sulawesi Selatan, 11 April 2017. Dalam aksi tersebut mereka meminta Presiden Jokowi melalui Kapolri untuk mengusut tuntas terkait kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang merupakan anggota KPK. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya memastikan foto dua orang yang disebut penyiram air keras Novel Baswedan yang viral di aplikasi perpesanan bukan peneror penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. "Tadi malam sudah bisa diyakini, kedua orang yang kami amankan ini bukan pelaku penyiraman," kata Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Argo Prabowo Yuwono pada Sabtu, 22 April 2017.

    Dua orang itu Muklis dan Hasan, 28 tahun. Argo sudah memastikan saat Novel dianiaya, kedua orang itu tidak berada di lokasi. Hasan berada di Malang. Pengakuan itu diperkuat dengan tiket milik Hasan. Sedangkan Muklis berada di Tambun, di rumah saudaranya. Hal ini sudah dipastikan oleh penyelidik.

    Baca:
    2 Orang Diperiksa Terkait CCTV Dekat Novel Baswedan, Hasilnya?
    Polisi Periksa Terduga Pelaku Serangan ke Novel Baswedan

    Argo mengatakan kedua orang itu terbuka saat dimintai keterangan. Muklis dan Hasan tak pernah menutupi identitas mereka.

    Masalah ini merebak saat saksi Yono memotret kedua orang itu di dekat rumah Novel pada 14 Maret atau beberapa hari setelah kejadian. Foto itu beredar di dunia maya. "Hasan dan Muklis berprofesi mata elang,” kata Elang. Keduanya dibayar perusahaan leasing untuk mencari orang yang menunggak cicilan motor. Mereka menyelidiki kendaraan yang diduga digelapkan karena angsuran kredit tak lancar.

    Baca juga:
    Soal Pokir ke Ahok dan Anies, Lulung: Kawal APBD dari Markup
    Anggota DPRD Terseret Korupsi, ICW Sarankan Anies Jaga Jarak

    Saat berada di dekat rumah Novel, kedua orang itu membawa motor dan mengobrol dengan sejumlah orang. Muklis dan Hasan juga sering membantu polisi mengungkap pencurian kendaraan bermotor.

    Dari jasa orang-orang seperti Muklis dan Hasan, polisi bisa mengetahui ke mana motor curian dilarikan. Kedua orang itu telah tercatat lebih dari 20 kali membantu polisi mengungkap kejahatan pencurian motor.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.