Libur Hari Buruh, Kendaran via Tol Cikampek Meningkat 3 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik antre memasuki pintu tol Cikarang Utama arah Jakarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 8 Juli 2016. ANTARA FOTO

    Kendaraan pemudik antre memasuki pintu tol Cikarang Utama arah Jakarta, di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 8 Juli 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bekasi - PT. Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek mencatat jumlah kendaraan pada puncak arus libur panjang Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2017 terjadi Jumat-Sabtu, 28-29 April meningkat 3 persen dibanding pada hari biasa.

    Juru bicara PT. Jasa Marga  Cabang Jakarta-Cikampek, M. Icksan Kartika, mengatakan data lalu lintas kendaraan sejak Jumat pukul 06.00 hingga Sabtu pukul 06.00 WIB mencapai 89.793 kendaraan. "Normalnya 87.000 kendaraan," kata Icksan, Sabtu, 29 April 2017.

    Baca: Menjelang Hari Buruh, Polri Tetapkan Siaga 1

    Icksan mengatakan, jumlah kendaraan tersebut tercatat di gardu tol Cikarang Utama, Kabupaten Bekasi. Menurut Icksan, kendaraan yang keluar dari Jakarta umumnya menuju daerah Jawa Barat, seperti Bandung, dan Jawa Tengah via Tol Cipali. "Puncak arus balik diprediksi pada Senin malam," kata Icksan.

    Berdasarkan pengamatan Tempo, Sabtu, pukul 14.00 WIB, lalu lintas kendaraan mengarah ke Cikampek mengalami kepadatan sejak dari Halim Perdanakusuma hingga Bekasi Barat. Kepadatan diakibatkan pertemuan di simpang susun Cikunir, karena di titik itu ada kendaraan dari  arah Jakarta, Jatiasih, dan Tanjung Priok.

    Baca juga: Peringatan Hari Buruh, Djarot: Silakan Unjuk Rasa tapi..

    Meski demikian, lalu lintas kendaraan tidak sampai stagnan. Kendaraan tetap melaju meski kecepatan hanya 20-30 kilometer per jam. Selepas Bekasi Barat, lalu lintas kendaraan cenderung ramai lancar hingga ke Cikarang Utama.

    ADI WARSONO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.