UNBK di Depok Diikuti 25.653 Siswa SMP dan MTs  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 5 Surabaya, Jawa Timur, 10 April 2017. UNBK SMA/MA berlangsung 10 - 13 April 2017. ANTARA/Zabur Karuru

    Sejumlah siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 5 Surabaya, Jawa Timur, 10 April 2017. UNBK SMA/MA berlangsung 10 - 13 April 2017. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CODepok - Sebanyak 25.653 siswa SMP dan madrasah tsanawiyah (MTs) di Kota Depok, Jawa Barat, menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) selama 4 hari, mulai Selasa, 2 Mei 2017. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Depok Siti Chairijah mengatakan semua SMP dan MTs di kota ini mengikuti UNBK. 

    "SMP dan MTs negeri dan swasta sudah 100 persen berbasis komputer dalam pelaksanaan ujian nasional tahun ini," kata Siti di Depok, Selasa.

    Dinas Pendidikan dan sekolah telah mempersiapkan UNBK. Dinas sudah mengirim surat kepada Perusahaan Listrik Negara agar tidak memadamkan listrik selama pelaksanaan UNBK pada 2, 3, 4 dan 8 Mei 2017.

    Baca: UNBK SMK Susulan, Kementerian Pendidikan: Soal Dibuat Sederhana

    Untuk mengantisipasi listrik padam karena gangguan di luar kewenangan PLN, semua sekolah menyediakan genset. "Kami meminta sekolah menyediakan genset,” ucap Siti.

    UNBK diikuti 22 SMP negeri dan 179 SMP swasta. Sedangkan MTs negeri satu sekolah, MTs swasta 70 sekolah. "Jumlah SMP dan MTs yang mengikuti UNBK 272 sekolah."

    Baca juga:
    Kapolda Metro Jaya Ungkap Kronologi Penangkapan Miryam S. Haryani
    Polisi Kantongi Identitas Y, Pemasok Ganja Rapper Iwa K

    Siswa yang mengikuti UNBK dari SMP reguler sebanyak 18.831 siswa, SMP terbuka 742 siswa, dan MTs 6.080 siswa. Sebenarnya, kata Siti, jumlah SMP negeri di Depok 26 sekolah. “Namun SMPN 23, 24, 25, dan 26 belum ada kelas IX," katanya. 

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.