Pembangunan LRT, Tol Menuju Cikampek Macet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan kendaraan melintas di samping pembangunan bentang tiang dalam tahap penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT) di sisi jalan tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, 21 Maret 2017. Mega proyek ini menghabiskan dana APBN sebesar Rp 22,5 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    Ratusan kendaraan melintas di samping pembangunan bentang tiang dalam tahap penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT) di sisi jalan tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, 21 Maret 2017. Mega proyek ini menghabiskan dana APBN sebesar Rp 22,5 triliun. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemacetan panjang terjadi di jalan tol dari arah Cawang, Jakarta Timur, menuju ke Cikampek, Sabtu pagi, 6 Mei 2017. Dari laporan Traffic Management Center Polda Metro Jaya, kemacetan masih terjadi hingga Sabtu, pukul 06.59.

    "Imbas proyek pelebaran jalan dan proyek LRT (light rail transit), lalu lintas Tol Bekasi KM 07 ke arah Cikampek padat merayap." Demikian TMC Polda Metro mencuit dalam akun Twitternya.

    Baca:
    Jasa Marga Perkirakan Hari Ini Puncak Arus Balik Libur Panjang
    Libur Hari Buruh, Kendaran via Tol Cikampek Meningkat 3 Persen

    Kemacetan ini dimulai dari KM 4 dan sempat merambat ke lalu lintas tol Pancoran. Jumat malam, lalu lintas juga terpantau padat menuju arah Cikampek. Bahkan kemacetan ini menyebabkan kemacetan lain di sekitar Cawang hingga ke Pancoran.

    Kemacetan ini dikeluhkan para pengguna jalan. "Tol Cikampek Cawang ke Bekasi macet total, 24 jam ini macetnya gara-gara LRT." Pemilik akun @rakachumpz mencuit. Sebaliknya, lalu lintas dari arah Cikampek menuju Cawang terpantau lancar.

    Baca juga:Temuan Polisi Kasus Penembakan Rumah Anggota DPR Jazuli Juwaini

    Proyek pembangunan LRT itu rencananya mengambil jalur Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek). Proyek pemerintah yang dikerjakan PT Adhi Karya (Persero) Tbk ini meliputi tiga rute, yakni Cibubur-Cawang sepanjang 14,5 kilometer, rute Bekasi Timur-Cawang sepanjang 17,1 kilometer, dan Cawang-Dukuh Atas sepanjang 10,5 kilometer.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.