Pengacara Tanya Penahanan Ahok, Pengadilan Tinggi Menjawab...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah aktivis penegakan HAM dan Rohaniawan Mufthi Makarim, Adinda T. Muchtar, Ray Rangkuti, Romo Benny Susatyo, Yati Andriyani, Arief Susanto dan Sulaeman Haekal menunjukkan KTP mereka di Jakarta, 10 Mei 2017. Mereka yang tergabung dalam Warga Sipil untuk Indonesia, menyerahkan KTP untuk penangguhan penahanan Ahok. TEMPO/Imam Sukamto

    Sejumlah aktivis penegakan HAM dan Rohaniawan Mufthi Makarim, Adinda T. Muchtar, Ray Rangkuti, Romo Benny Susatyo, Yati Andriyani, Arief Susanto dan Sulaeman Haekal menunjukkan KTP mereka di Jakarta, 10 Mei 2017. Mereka yang tergabung dalam Warga Sipil untuk Indonesia, menyerahkan KTP untuk penangguhan penahanan Ahok. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendatangi Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jumat, 12 Mei 2017. Kedatangan mereka untuk meminta konfirmasi atas surat permohonan penangguhan penahanan Ahok yang dikirim pada 9 Mei 2017. "Kami akan menemui Ketua Pengadilan Tinggi DKI untuk menanyakan perkembangan permohonan penangguhan penahanan itu," ujar I Wayan Sudirta, anggota tim kuasa hukum Ahok.

    Menurut Wayan, pengacara membutuhkan penjelasan Pengadilan Tinggi DKI ihwal mekanisme penangguhan penahanan. "Kami akan menanyakan juga ke pihak Pengadilan Tinggi DKI, bisakah penangguhan dilakukan tanpa menunggu berkas banding diselesaikan," ucapnya.

    Baca: Memori Banding Ahok Persoalkan Pelapor dan Saksi

    Selain itu, Wayan ingin menanyakan kemungkinan penetapan penangguhan penahanan itu dilakukan melalui keputusan Ketua Pengadilan Tinggi DKI. "Tentunya bisa juga kan penangguhan melalui Ketua Pengadilan Tinggi DKI," tuturnya.

    Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Tinggi DKI Yohanes Suhadi mengatakan saat ini belum memproses permohonan penangguhan penahanan Ahok. Alasannya, pihaknya masih menunggu berkas perkara banding dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara. "Wewenang untuk mengabulkan (penangguhan penahanan) itu ada di majelis hakim banding. Sejauh ini, belum ditunjuk hakim yang menangani," ucapnya.

    IRSYAN HASYIM | SSN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.