Cek Penyusutan, Pemerintah Patok Ulang Batas Situ di Depok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tumbuhan encek gondok dan sampah yang berhasil diangkat dengan alat berat di situ Pengarengan di Jalan Juanda, 29 November 2014. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok mengeruk situ Pengarengan untuk mengatasi banjir 2014. Tempo/Ilham Tirta

    Tumbuhan encek gondok dan sampah yang berhasil diangkat dengan alat berat di situ Pengarengan di Jalan Juanda, 29 November 2014. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Bimasda) Kota Depok mengeruk situ Pengarengan untuk mengatasi banjir 2014. Tempo/Ilham Tirta

    TEMPO.COJakarta - Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane akan melakukan pematokan batas luas 23 situ di Kota Depok. Pembatasan tersebut dilakukan untuk mencegah penyusutan luas situ yang masih tersisa.

    "Untuk awal ada enam situ yang akan dipatok batasnya," kata Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Depok Hardiono, Senin, 15 Mei 2017.

    Hardiono mengatakan sejauh ini pemerintah daerah dan pusat tidak mempunyai data batas wilayah situ yang ada di Depok. Apalagi kewenangan untuk mengelola situ ada di pemerintah pusat, yakni BBWSCC.

    Baca: Empat Situ di Depok Bakal Jadi Tempat Wisata

    Hardiono menambahkan, pematokan tersebut dilakukan agar pemerintah mempunyai data luas dan kondisi riil situ saat ini. Pendataan yang dilakukan pemerintah saat ini akan dibandingkan dengan data yang ada di masyarakat.

    Adapun dari enam situ yang akan ditentukan batas wilayahnya, baru ada empat yang sudah dipastikan akan dilakukan selama satu bulan ini, yakni Situ UI, Jatijajar, Citayam, Rawa Besar, Cilangkap, dan Sawangan-Bojongsari. "Pekan kemarin telah rampung dipatok Situ Jatijajar dan UI. Yang empatnya sedang proses," ucap Hardiono.

    Untuk melakukan pemetaan dan pematokan situ, BBWSCC melibatkan tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, dan pemerintah daerah. Warga dilibatkan karena BBWSCC ingin mengetahui luas sebenarnya situ dari keadaan awal hingga keadaan kondisi saat ini.

    BBWSCC akan melakukan pemetaan dari luas, kedalaman, sampai melihat garis sepadan yang tersisa saat ini. Program pemetaan situ, kata Hardiono, merupakan permintaan Presiden Joko Widodo karena melihat situ yang tersebar di Jabodetabek semakin menyusut.

    Baca: Atasi Banjir Jakarta, Wali Kota Depok Usul Revitalisasi Situ

    Presiden tidak ingin melihat situ yang berfungsi sebagai tandon air saat musim hujan keadaannya kritis karena ulah manusia. "Pengerjaan secara bertahap. Di Depok, dari 26 situ, akan dipatok 23. Kami harap pada 2018 bisa rampung pemetaan semua situ di Depok," ujarnya.

    Lebih jauh, Hardiono menuturkan, sejauh ini pemerintah telah mempunyai perbandingan luas situ di Depok dari perbandingan citra satelit. "Dari perbandingan satelit memang luasnya sudah menyusut. Tapi kami belum mendapatkan datanya," katanya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.