Rabu, 21 Februari 2018

Sebelum Ramadan, Djarot Minta PNS DKI Maafkan Ahok  

Oleh :

Tempo.co

Jumat, 19 Mei 2017 16:44 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebelum Ramadan, Djarot Minta PNS DKI Maafkan Ahok  

    Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bergegas usai menjenguk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta, 9 Mei 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.COJakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, meminta semua pegawai pemerintahan DKI memaafkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebelum memasuki bulan Ramadan.

    "Saya beserta keluarga mengucapkan mohon maaf. Begitu juga kalau Ahok punya salah ke bapak, ibu semua," kata Djarot saat meresmikan Gedung F di kompleks Balai Kota DKI, Jumat, 19 Mei 2017.

    Ahok merupakan Gubernur DKI Jakarta nonaktif. Ia kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, untuk menjalani masa hukumannya atas perkara penodaan agama.

    Baca: Ahok Minta Djarot Tinggal di Rumah Dinas Gubernur DKI

    Djarot mengharapkan hati semua pegawai Pemprov DKI diberikan kekuatan agar tidak ada lagi rasa dendam dan amarah saat menjalani puasa di bulan Ramadan. Ia juga meminta para PNS semakin produktif dan giat meski sedang berpuasa.

    "Mungkin perbedaannya (puasa) hari pertama, kedua, ketiga, habis itu biasa lagi. Pertama kaget. Habis itu tubuh kita luar biasa, langsung adaptasi sama apa pun juga. Yang paling penting, banyak minum pas sahur dan buka (puasa)," ujarnya.

    Baca: Ahok Dipenjara, Djarot Kebut Program Prioritas

    Djarot menuturkan ujian pada bulan Ramadan akan lebih berat. Sebab, selain menahan lapar dan dahaga, harus menahan nafsu berbicara dan perilaku. Bagi PNS, Djarot menuturkan, mereka harus menahan agar tidak korupsi dan malas. "Justru puasa yang baik ketika beraktivitas. Kita berbuat yang terbaik, melayani masyarakat dengan hati," katanya.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Penilaian Kementerian LHK soal Tiga Bulan Bersih Sampah

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan penilaian kinerja pemerintah dan masyarakat terait program Tiga Bulan Bersih Sampah.