9 Fakta Teror Bom Kampung Melayu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garis polisi terpasang di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cibangkong RT 02 RW 07, Kecamatan Batununggal, Bandung, Jawa Barat, saat pemeriksaan oleh sejumlah petugas kepolisian terkait bom bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta, Kamis, 25 Mei 2017. PRIMA MULIA

    Garis polisi terpasang di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Cibangkong RT 02 RW 07, Kecamatan Batununggal, Bandung, Jawa Barat, saat pemeriksaan oleh sejumlah petugas kepolisian terkait bom bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta, Kamis, 25 Mei 2017. PRIMA MULIA

    TEMPO.CO, Jakarta - Teror bom Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu malam, 25 Mei 2017, menyisakan duka bagi keluarga korban. Kepolisian RI melacak jaringan pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 3 anggota Polri dan belasan orang luka-luka. Diduga kuat dua pelaku bom bunuh diri  tewas di lokasi kejadian. Berikut ini 9 fakta yang ditemukan polisi di lapangan dan kronologi peristiwanya.

    9 Fakta Temuan Polisi

    1. Serpihan paku, 2. Gotri, 3. Lempengan aluminium berulir, 4. Handphone, 5. Ransel, 6. Kabel saklar, 7. KTP dan fotokopi KTP, 8. Struk pembelian panci (struk mencatat panci dibeli pada 22 Mei 2017 dari sebuah minimarket di Padalarang, Jawa Barat), 9. Potongan tubuh diduga palaku, yaitu potongan tangan, potongan kaki dan potongan kepala.

    Pamai Obor Ramadan

    Sekitar  pukul 18.00 sebanyak 17 polisi dar i Unit 1 Peleton 4 DirektoratSabhara Polda Metro Jaya berjaga di sekitar Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Mereka bertugas di sini membantu kelancaran lalu lintas yang akan dilintasi Pawai Obor menyambut Ramadan. Rombongan pawai diperkirakan melintas pukul 21.45 WIB. Sebagian polisi berjaga di sudut toilet terminal.

    Baca: ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Teror Bom Kampung Melayu

    Pengamanan disebar

    Selain berjaga di dekat toilet terminal, pada pukul 20.00 WIB 6 polisi berjaga di sudut terminal terletak di sisi kanan Jalan Otto Iskandardinata menuju Jatinegara, Jakarta Timur. Sejumlah personel Sabhara lainnya berjaga di seberang toilet terminal.

    Korbanmahasiswa

    Sekitar 20.55 WIB, Jihan Thalib dan Susi Afitriani, keduanya mahasiswa, melintasi sejumlah polisi yang berjaga di dekat toilet terminal. Pukul 20.57, bom pertama meledak. Sejumlah polisi di seberang jalan mendekat, mendapati empat koleganya tergeletak. Beberapa orang berkerumun, sebagian menolong korban.

    Baca juga: Bom Kampung Melayu, Jokowi Desak UU Anti-Teroris Dirampungkan

    Kapolres Jakarta Timur Komisaris Besar Andry Wibowo mengatakan, sesuai jadwal pawai obor diperkirakan tiba di kawasan Kampung Melayu pukul 22.00. “Mereka berangkat dari kawasan Petamburan, lalu ke arah Kampung Melayu, kemudian ke arah Jakarta Pusat,” kata Andry, di Terminal Kampung Melayu Kamis, 25 Mei 2017.

    Menurut Andry, pengamanan pawai obor yang salah satu kelompoknya dari Front Pembela Islam (FPI) itu sudah dilakukan sejak pukul 18.00-19.00 di Terminal Kampung Melayu. Ada 17 polisi yang berjaga di terminal itu. Mereka tim dari Polda Metro Jaya. “Kalau tim dari Kepolisian Resort Jakarta Timur menjaga gereja. Penjagaan di terminal ini untuk penguatan saja,” kata Andry.

    AD Sinaga, warga Kampung Melayu, mengatakan melihat belasan polisi berjaga menjelang pawai obor itu. Mereka tidak hanya di dalam terminal, "Tapi menyebar di beberapa titik kawasan sekitar terminal ini,” kata pria 46 tahun itu.

    MITRA TARIGAN | IQBAL T LAZUARDI S | FRANSISCO | ARKHELAUS W | EGI ADYATAMA

    Video Terkait: Polisi Geledah Rumah Terduga Pelaku Bom Kampung Melayu di Bandung




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.