Polisi Korban Bom Kampung Melayu Dievakuasi ke Singapura  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim laboratorium dan forensik Polda Metro Jaya saat menyisir lokasi kejadian pasca terjadi ledakan bom di dalam Halte Transjakarta, di Terminal Kampung melayu, Jakarta, 25 Mei 2017. Serangan yang diduga bom bunuh diri meledak di dalam Halte Transjakarta Kampung Melayu dan menewaskan 3 anggota kepolisian serta beberapa warga. TEMPO/Rizki Putra

    Tim laboratorium dan forensik Polda Metro Jaya saat menyisir lokasi kejadian pasca terjadi ledakan bom di dalam Halte Transjakarta, di Terminal Kampung melayu, Jakarta, 25 Mei 2017. Serangan yang diduga bom bunuh diri meledak di dalam Halte Transjakarta Kampung Melayu dan menewaskan 3 anggota kepolisian serta beberapa warga. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan telah mengevakuasi Bripda Yogi Bayu Yudistira ke Singapura untuk menjalani pengobatan. Bripda Yogi adalah salah satu korban ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

    ”Siang ini dievakuasi ke Singapura untuk dirawat lebih lanjut ke Singapura General Hospital,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 30 Mei 2017.

    Baca: Motif Bom Kampung Melayu, Polisi Telusuri Dugaan Balas Dendam

    Setyo mengatakan evakuasi Bripda Yogi ke Singapura sudah atas rekomendasi dokter yang menangani di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. “Bripda Yogi mata kiri total sudah rusak dan ada luka-luka yang harus ditindaklanjuti,” kata Setyo.

    Bripda Yogi adalah korban yang mengalami luka parah. Bagian wajah dan mata polisi muda itu terkena serpihan bom panci yang meledak di sekitar Terminal Kampung Melayu pada Rabu malam, 24 Mei. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Premiere Jatinegara, Jakarta Timur.

    Baca: Bom Kampung Melayu, Begini Jejak Terkait dengan Aksi Teror JAD

    Tim dokter gabungan mengoperasi Yogi sejak pukul 23.00 WIB hingga keesokan harinya pada Kamis, 25 Mei, sekitar pukul 08.00 WIB. Dia menjalani operasi wajah, operasi tulang, dan operasi mata. Operasi berjalan mulus hingga Yogi sadarkan diri pada Kamis.

    ARKHELAUS W.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.