Indrie Jelaskan Dirinya Tak Digiring Polisi di Tengah Massa FPI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Front Pembela Islam atau FPI Rizieq Shihab usai memberikan ceramah pada tabligh akbar di Kota Tangerang, Banten, Kamis, 24 November 2016. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    Ketua Umum Front Pembela Islam atau FPI Rizieq Shihab usai memberikan ceramah pada tabligh akbar di Kota Tangerang, Banten, Kamis, 24 November 2016. MARIFKA WAHYU HIDAYAT

    TEMPO.CO, Tangerang - Indrie Sorayya Zulkarnain, yang rumahnya digerebek Front Pembela Islam menyusul kemunculan statusnya di akun Facebook, menyampaikan sejumlah tanggapan atas pemberitaan yang dinilai keliru.

    Menurut Indrie, rumahnya yang didatangi massa FPI terletak di Kunciran, Tangerang Selatan, bukan di Cibodas seperti yang diberitakan Tempo sebelumnya. Indrie juga menyatakan bahwa statusnya di Facebook tak ada menyebut bahwa Ketua Umum FPI Rizieq Syihab gila perempuan.

    "Isi status saya lebih kepada nyinyir, Kenapa kok (Rizieq), enggak pulang-pulang? Takutkah?" kata Indrie dalam penjelasannya kepada Tempo pada Selasa, 30 Mei 2017.   

    BacaRizieq Jadi Tersangka, Pengacara: Ada Revolusi Setelah Ramadan 

    Indrie menangapi berita berjudul: Penghinaan Rizieq, Kepala Polres Tangerang: Indrie dan FPI Damai. Dalam berita itu, Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Komisaris Besar Harry Kurniawan mengatakan bahwa Indrie sudah berdamai dengan FPI yang menggerebek rumahnya di Cibodas.

    Indrie dituding oleh FPI telah menghina Rizieq lewat akun Facebook. Di akunnya Indrie menyebut sebagai fans berat Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, yang kini dihukum 2 Tahun penjara karena dianggap menghina surat Al Ma'idah.  

    "Sudah ada kesepakatan damai dan saling memaafkan dan sepakat tidak melanjutkan permasalahan melalui jalur hukum," kata Harry, Selasa, 30 Mei 2017. Karena sudah damai, Harry tidak mau menceritakan ulang kronologis kejadian penggerebekan itu sampai kemudian Indrie digiring ke Kepolisian.

    Baca jugaPenyebab Ketua MUI Meminta Proses Hukum Rizieq Syihab Transparan  

    Atas penjelasan Harry, Indrie menyatakan bahwa dirinya tidak digiring polsii setelah penggerebekan di rumahnya. "Tidak benar saya digiring polisi. Justru saya yang memanggil polisi untuk datang ke rumah," ucapnya.

    Indrie menjelaskan, meski polisi sudah datang tapi setelah 3 jam massa FPI tidak kunjung bubar. Akhirnya, Indrie meminta dimediasi ke kantor polres. "Karena kan riweh banyak massa FPI yang berisik di depan rumah. Mengganggu ketenangan warga," tutur Indrie.

    AYU CIPTA | JOBPIE

    Catatan:
    Berita ini sudah direvisi pada Kamis, 1 Juni 2017, pukul 13.00 WIB sesuai dengan penjelasan dari Indrie Sorayya Zulkarnain. Terima kasih koreksinya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Dari Covid-19 Saat Libur Panjang Akhir Tahun

    Jalani libur yang aman dari Covid-19 dengan tips berikut dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.