Sampaikan Pidato Presiden, Djarot: Kebhinekaan Kita Sedang Diuji

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa sekolah dasar mengikuti gladi peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 30 Mei 2017. Gedung ini dibangun pada zaman pemerintah Hindia-Belanda. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Siswa sekolah dasar mengikuti gladi peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, 30 Mei 2017. Gedung ini dibangun pada zaman pemerintah Hindia-Belanda. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menyampaikan pidato Presiden Joko Widodo saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di lapangan Monumen Nasional, Jakarta, pada Kamis, 1 Juni 2017. Djarot menyampaikan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sedang mengalami tantangan.

    "Kebhinnekaan kita sedang diuji,” kata Djarot. Menurut Presiden, sebagaimana disampaikan Djarot, saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam ke-bhinneka-an dan ke-ika-an kita.

    Baca:
    Sukmawati Cek Laporan Kasus Penodaan Pancasila Rizieq
    Menteri Agama: Tidak Relevan Hadapkan Pancasila dengan Agama

    Ancaman itu berupa sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Sikap intoleran itu, kata Djarot, diperparah dengan penyalahgunaan media sosial yang banyak menyampaikan kabar bohong atau hoax.

    Menurut Presiden, Indonesia perlu belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui radikalisme, konflik sosial, terorisme, dan perang saudara. Ia mengatakan Bangsa Indonesia bisa terhindar dari masalah itu dengan menjunjung Pancasila dan UUD 1945. "Dengan Pancasila, Indonesia adalah harapan dan rujukan masyarakat internasional untuk membangun dunia yang damai, adil, dan makmur di tengah kemajemukan."

    Baca juga:
    Dinilai Mengkriminalisasi Ulama, Alumni 212: Jokowi Harus Mundur  
    Rizieq Tersangka, Polisi: Pembuat Baladacintarizieq Menyusul 

    Presiden mengajak peran aktif para ulama, ustad, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Poln' serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Sedangkan komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila, terus dilakukan dengan dibuatnya Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila.

    Lembaga baru itu ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Selain itu juga bertugas untuk pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan, dan berbagai program lainnya menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.


    FRISKI RIANA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.