Bertemu Ahok, Kakak Angkat: Ia Sibuk Balas Surat Penggemar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nana Riwayatie, kakak angkat Ahok. Twitter.com

    Nana Riwayatie, kakak angkat Ahok. Twitter.com

    TEMPO.COJakarta - Nana Riwayatie, kakak angkat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengaku baru menyambangi Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Selasa, 6 Juni 2017.

    Ia ke tahanan Mako Brimob untuk menjenguk Ahok yang menjadi terpidana kasus penodaan agama. "Alhamdulillah baik-baik. Dua hari lalu saya ke sana. Dia sehat, ceria," kata Nana di Balai Kota DKI, Kamis, 8 Juni 2017.

    Baca: Jaksa Agung HM Prasetyo Pertimbangkan Tarik Banding Kasus Ahok 

    Nana melihat kondisi fisik Ahok kini lebih bugar. Namun ia membantah bila Ahok dibilang lebih kurus dari sebelum ditahan. "Cuma enggak ada perut. Lebih ganteng," katanya.

    Ahok, menurut Nana, menjadi rajin berolahraga karena memiliki banyak waktu untuk melakukan kegiatan. Biasanya, dia menuturkan, Ahok melakoni olahraga pernapasan dan angkat barbel untuk mengatur keseimbangan bernapas.

    Nana mengatakan Ahok juga rajin membaca Alkitab. Selain itu, Ahok kini memiliki rutinitas baru, yaitu membalas surat dari para penggemarnya. Sebab, banyak surat berdatangan untuk Ahok belakangan ini. Rutinitas itu hampir serupa saat Ahok masih aktif menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, yaitu menindaklanjuti surat pengaduan yang masuk dengan disposisi. "Tadinya disposisi, sekarang balas surat," ujar Nana.

    Baca: 2,5 Tahun Jakarta Bersama Ahok

    Ahok sudah satu bulan menjadi tahanan di Mako Brimob. Ia langsung ditahan setelah menghadiri sidang putusan atas kasusnya. Ahok divonis 2 tahun penjara karena menodai agama. Dia juga memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Gubernur DKI yang masa jabatannya akan habis pada Oktober 2017.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.