Jawab Keluhan Masyarakat, Wali Kota Bekasi Sediakan Waktu 2 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wali Kota Bekasi menunjukkan tablet yang dipakai berinteraksi dengan warganya. Tempo/adi warsono

    Wali Kota Bekasi menunjukkan tablet yang dipakai berinteraksi dengan warganya. Tempo/adi warsono

    TEMPO.CO, Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyebar nomor teleponnya kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat dapat segera menyampaikan keluhan atau aduan terkait pelayanan publik. Walhasil, Rahmat harus menyediakan waktu khusus untuk menjawab keluhan-keluhan itu. "Tadi sudah dibuka jam 10.00, sekarang jam 13.00 sudah mencapai 7.900 pesan," kata Rahmat Effendi, Kamis, 8 Juni 2017.

    Untuk menampung seluruh aduan masyarakat, Rahmat harus menggunakan tablet khusus. Sebab telepon selular biasa tidak akan mampu menampung seluruh pesan singkat yang masuk. “Kalau yang biasa, bisa jebol,” katanya. "Pernah dua hari enggak dibuka, ketika dibuka pesan masuk sudah lebih 15.000."

    Rahmat memastikan akan membalas pesan yang dikirim oleh penduduk. Dia sendiri yang menjawab pertanyaan dan keluhan masyarakat Kota Bekasi. Ia menyediakan waktu sekitar 2 jam untuk menjawab pesan-pesan itu. Biasanya keluhan-keluhan yang disampaikan masyarakat itu berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, rumah sakit, dan lainnya. "Kalau tidak dibalas, saya malah dimaki-maki orang," katanya.

    Menurut Rahmat, dengan cara ini dia bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat. Bahkan ia kerap mendapat pengaduan dari penduduk yang tinggal di Kabupaten Bekasi. “Ada yang dari Tambelang, Tambun Utara, bahkan Tarumajaya," kata dia.

    Ia mengatakan, tempat-tempat itu bukan otoritasnya, sebab itu sudah masuk wilayah Kabupaten Bekasi. Rahmat tidak mungkin memerintah Bupati untuk menjawab keluhan masyrakat di sana. "Mengeluh, katanya di sini enggak ada Kartu Sehat seperti di Kota Bekasi," kata dia.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.