Buru Rizieq FPI, Kapolda Buka Kemungkinan Cabut Paspor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab, mengacungkan jempolnya saat menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ketika persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua orang saksi ahli yaitu Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    Rizieq Shihab, mengacungkan jempolnya saat menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ketika persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua orang saksi ahli yaitu Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya masih mencari cara untuk memulangkan pemimpin Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, ke Indonesia. Pencabutan paspor menjadi salah satu opsi yang masih dipertimbangkan.

    ”Kemungkinan itu (pencabutan paspor) ada, tapi kami belum putuskan. Kita lihat perkembangan saja. Yang jelas, mau tak mau, peristiwa ini, apa pun yang dilakukan Habib Rizieq, ini harus dihadapi,” kata Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan saat ditemui di Polda, Kamis, 8 Juni 2017.

    Baca: Rizieq Dikabarkan Segera Pulang, Polisi: Tak Perlu Kerahkan Massa

    Polda ingin memeriksa Rizieq dalam kasus dugaan pornografi bersama Firza Husein. Setelah dua kali mangkir dari pemanggilan, Rizieq akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Saat ini, Rizieq dikabarkan masih berada di Arab Saudi.

    Iriawan meminta Rizieq segera memenuhi panggilan atau dijemput paksa. “Ini saran saya, karena mau kapan pun juga, peristiwa ini ada. Jadi, lebih cepat lebih baik,” tuturnya.

    Sebelumnya, Polda telah memasukkan nama Rizieq ke daftar pencarian orang (DPO). Polisi juga sedang mengusahakan menerbitkan red notice dari Interpol. Namun, hingga saat ini, permintaan penerbitan itu masih belum dikabulkan.

    Iriawan mengatakan saat ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri dan Direktorat Jenderal Keimigrasian mengenai pemulangan Rizieq. Meski berencana menjemput paksa Rizieq Syihab, Iriawan berharap Rizieq dapat pulang atas kesadaran sendiri.

    ”Saya yakin beliau akan ‘home sick’, akan kangen kepada negaranya. Pasti pulang lah,” kata Iriawan.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.