Wali Kota Bekasi Geram Dokter di RSUD Kerap Terlambat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Hariandi hafid

    TEMPO/Hariandi hafid

    TEMPO.CO, Bekasi – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta bagian kepegawaian memeriksa kinerja dokter-dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah. Sebab, Rahmat mendapati sejumlah poli belum bisa melayani masyarakat karena dokternya belum datang.

    Fakta itu diketahui Rahmat setelah menggelar inspeksi mendadak pada 13 Juni 2017, pukul 09.00. Dia mendatangi sejumlah rumah sakit pemerintah. Hasilnya, dari belasan pelayanan praktik dokter, hanya ada satu yang tersedia. “Saya minta badan kepegawaian melakukan pemeriksaan khusus,” ujarnya.

    Rahmat merekomendasikan badan kepegawaian untuk memberikan saksi kepada dokter-dokter yang kinerjanya buruk. Untuk dokter yang berstatus pegawai negeri dapat diberi surat peringatan. Jika masih membandel, bagian kepegawaian diminta langsung memberikan surat peringatan langsung ketiga. “Kalau non-ASN, langsung pecat saja, nanti tinggal minta ke IDI (Ikatan Dokter Indonesia), pasti banyak bersedia,” ucapnya.

    Ia mengatakan pasien di sana rela datang pagi-pagi buta hanya untuk mengambil nomor antrean. Padahal, praktik dokter dijadwalkan pukul 08.00 WIB. Namun, hingga sejam berikutnya, dokter yang praktik tak kunjung datang. “Ini berkaitan dengan nyawa manusia, bukan lagi masalah kantong,” kata Rahmat.

    Muhajir, 62 tahun, rela datang selepas salat subuh agar mendapatkan nomor antrean lebih awal. Setelah mendapatkan nomor antrean, warga Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, ini bergegas menuju ortopedi untuk check-up rutin. “Namun sejak pagi tadi dokternya belum datang,” ujarnya, sekitar pukul 09.00 WIB.

    Ia berharap dokter praktik bisa hadir tepat waktu. Menurut dia, dalam praktiknya, pemeriksaan oleh dokter di dalam poli tidak memakan waktu cukup lama. “Tapi nunggunya sampai berjam-jam, bahkan sampai ketiduran di ruang tunggu,” tuturnya.

    Pelaksana Harian Direktur RSUD Kota Bekasi, Tri Sulistianinsing, menampik tak ada dokter yang praktik. Menurut dia, para dokter yang tidak berada di poli sedang melakukan kunjungan pasien (visit) di kamar rawat inap. “Ada beberapa dokter saat itu sedang mengunjungi pasien,” katanya.

    ADI WARSONO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.