Mudik Lebaran, Depok Larang Bus dengan Ban Vulkanisir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Perhubungan melakukan uji emisi pada sebuah bus Antar Kota Antar Propinsi di terminal Lebak Bulus, Jakarta, (1/8). Pemeriksaan ini untuk meminimalisir angka kecelakaan mudik yang disebabkan pada kerusakan Bus. TEMPO/Seto Wardhana

    Petugas Dinas Perhubungan melakukan uji emisi pada sebuah bus Antar Kota Antar Propinsi di terminal Lebak Bulus, Jakarta, (1/8). Pemeriksaan ini untuk meminimalisir angka kecelakaan mudik yang disebabkan pada kerusakan Bus. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Depok – Dinas Perhubungan Kota Depok menemukan 30 persen atau 24 dari 72 bus mudik Lebaran tidak laik jalan. “Kami sudah periksa sejak Sabtu lalu, hasilnya banyak yang tidak laik jalan,” kata Gandara, Jumat, 16 Juni 2017.

    Gandara menuturkan, armada bus mudik Lebaran dari Depok umumnya untuk tujuan kota-kota di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Agar aman dan nyaman, kata Gandara, pihaknya telah meminta perusahaan mengganti onderdil bus yang tidak laik jalan dengan onderdil yang kondisinya baik.

    Baca: Kementerian Perhubungan Tekan Kecelakaan dengan Mudik Gratis

    ”Yang dicek rem, ban, dan kelengkapan lainnya. Paling banyak yang bannya vulkanisir. Kami meminta PO bus menggantinya,” ucapnya.

    Menurut Gandara, pihaknya menyiapkan empat tenaga penyidik pegawai negeri untuk memeriksa armada bus. Petugas akan mengawasi selama 24 jam. “Terbagi menjadi dua tim, di pagi dan malam hari,” kata Gandara.

    Jika ada bus yang bermasalah dan perusahaannya telah diberi teguran untuk memperbaiki onderdil mobilnya tapi belum dilakukan, “Kami akan berikan tilang. Kendaraan tidak boleh jalan,” ucap Gandara.

    Menurut Gandara, jumlah pemudik tahun ini akan berkurang dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Alasannya, tren pemudik yang menggunakan bus juga berkurang dari tahun ke tahun. Pada 2015, ada 24 ribu pemudik, lalu berkurang pada 2016 menjadi 22 ribu orang.

    “Banyak yang ikut mudik gratis dan memilih angkutan lain yang tidak kena macet, seperti kereta dan pesawat,” ujar Gandara. Selain itu, kata dia, masih banyak yang menggunakan kendaraan pribadi.

    Baca juga: Cara Mudik Gratis yang Lebih Selamat, Praktis, dan Nyaman

    Gandara menambahkan, tahun ini ada 600 warga Depok yang ikut program mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan. “Masyarakat juga cukup antusias mengikuti program ini. Bahkan kuotanya sudah penuh sejak pekan kemarin.”

    IMAM HAMDI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.