Djarot: Di Penjara, Ahok Tak Mengikuti Berita  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon gubernur Ahok-Djarot saat memberikan keterangan pers di Jakarta, 19 April 2017. Ahok-Djarot Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. TEMPO/Subekti

    Pasangan calon gubernur Ahok-Djarot saat memberikan keterangan pers di Jakarta, 19 April 2017. Ahok-Djarot Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Anies-Sandi dalam Pilkada DKI Jakarta 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjenguk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Rumah Tahanan Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada Ahad, 18 Juni 2017. Dalam kesempatan itu Ahok banyak bertanya mengenai sejumlah program yang sudah dan akan diresmikan dalam waktu dekat.

    Program itu antara lain penyimpanan bahan pokok atau controlled storage atmosphere (CAS), pembangunan Jakgrosir, pembangunan simpang susun Semanggi, pembangunan koridor 13 Transjakarta, dan pembahasan anggaran daerah. Tak lupa Ahok juga menanyakan pembangunan Masjid Al Mubarokah di kawasan Kalijodo di Taman Kodok, Kawasan Nusa Indah, Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

    Baca: Alasan Keamanan, Djarot Tak Setuju Ahok Dipindah ke Cipinang

    Menurut Djarot, semua pertanyaan itu diajukan karena Ahok tak mengikuti berita selama berada di dalam tahanan. "Waduh, saya enggak mengikuti berita," ujar Djarot menirukan Ahok di Balai Kota, Senin, 19 Juni 2017.

    Djarot sempat berjanji semua program itu akan dituntaskan sebelum ia lengser pada Oktober 2017. Semua pembangunan itu adalah warisan dari program Ahok yang sebelumnya menjadi Gubernur DKI. Ahok kini ditahan setelah divonis dua tahun dalam kasus penodaan agama.

    Baca: Ahok Ditahan, Djarot: Ahok Cinta Kalian

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.