Pasar Blok A Dibangun Lagi, Ini Pesan Djarot

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar Blok A Fatmawati, di Jakarta Selatan, 21 Juni 2017. TEMPO/Friski Riana

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar Blok A Fatmawati, di Jakarta Selatan, 21 Juni 2017. TEMPO/Friski Riana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai pembangunan pasar Blok A Fatmawati, Jakarta Selatan, yang terintegrasi dengan hotel dan mass rapid transit (MRT) Jakarta menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang.

    "Ini tantangan pedagang agar mengubah cara berpikir karena pasar tradisional ke depan, betul-betul tidak identik lagi dengan bau, panas, gerah, becek, dan kumuh. Maka harus ditata rapih," kata Djarot saat acara groundbreaking pasar Blok A Fatmawati, Jakarta Selatan, Rabu, 21 Juni 2017.

    Djarot meminta para pedagang mengubah cara berpikir lantaran pasar tersebut akan dibangun dengan konsep modern. Untuk itu, Djarot meminta Direktur PD Pasar Jaya Arief Nasrudin ikut membimbing para pedagang agar mereka mengubah perilaku dan menjual dagangannya lebih baik. "Ini harus bagus. Pasti laku. Karena di atas ada hotel," katanya.

    Baca juga: Ahok Tugaskan Djarot Benahi Pasar Tradisional

    Dengan lokasi pasar yang strategis, Djarot memberi catatan kepada PD Pasar Jaya. Misalnya, dia menyebutkan, harus ada lahan parkir yang cukup untuk memberi kenyamanan pada pengunjung, termasuk bagi yang hendak naik MRT.

    Djarot meminta agar desain pasar disesuaikan dengan MRT, termasuk rekayasa lalu lintasnya. Ia juga mengimbau PD Pasar Jaya turut memperhatikan sanitasi, pengolahan limbah, serta penataan para pedagang sesuai dengan jenis dagangannya. "Tidak campur-campur. Pasar sendiri, kelontong kering sendiri. Sehingga orang mau beli itu enak, bersih," ujarnya.

    Adapun masukan bagi para pedagang, Djarot meminta agar lapak yang mereka dapatkan tidak dipindahtangankan atau dijual ke pihak lain. Selain itu, yang memiliki kios di dalam pasar juga tidak boleh berjualan di luar area pasar. "Makanya saya minta pedagang didata betul. Supaya yang berhak yang dapat. Jangan dipindahtangankan karena nilainya tinggi. Takutnya ada pemodal yang sistem ijon. Uangnya habis, ini jadi kita melongo," kata dia.

    Baca juga: Djarot Janjikan Kartu Bantuan Kredit untuk PKL, Apa Isinya?

    Pembangunan pasar dan hotel itu sendiri diperkirakan selesai dalam dua tahun. Kawasan pasar tersebut akan dibangun setinggi 21 lantai + 1 semi basement dengan bangunan total seluas 27.900 meter persegi. Untuk kawasan usaha, pasar dan pertokoan akan menempati lahan seluas 18.700 meter persegi, dengan rincian untuk pasar di lantai semi basement hingga lantai 4 dan pertokoan di lantai 8-13 dengan total kios sebanyak 2.140 unit.

    Sedangkan hotel dibangun seluas 9.200 meter persegi dan akan menempati lantai 14–21. Tempat penginapan itu sendiri memiliki kapasitas 316 kamar tipe standar. Untuk mendukung parkir, PD Pasar Jaya akan menyediakan lahannya di lantai 5 hingga 7 yang dapat menampung 171 mobil.

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.