Kapolda Imbau Warga Jakarta Tidak Takbiran Keliling  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak bermain bedug yang dijual untuk malam takbiran di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, 4 Juli 2016. Bedug yang terbuat dari tong besi atau drum dan kulit kambing atau sapi tersebut dijual dari kisaran Rp150 ribu-Rp750 ribu. ANTARA/Yudhi Mahatma

    Anak-anak bermain bedug yang dijual untuk malam takbiran di Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta, 4 Juli 2016. Bedug yang terbuat dari tong besi atau drum dan kulit kambing atau sapi tersebut dijual dari kisaran Rp150 ribu-Rp750 ribu. ANTARA/Yudhi Mahatma

    TEMPO.CO, Depok - Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Muhammad Iriawan mengimbau agar warga Jakarta dan sekitarnya tidak melakukan takbiran keliling dengan kendaraan. "Lebih baik takbiran di surau atau masjid terdekat," katanya setelah meresmikan Masjid Al Ikhlas Polresta Depok, Jumat, 23 Juni 2017.

    Menurut Iriawan, takbiran dengan turun ke jalan lebih banyak mudaratnya. Apalagi jika menggunakan mobil bak terbuka. Itu bisa membahayakan diri.

    Iriawan juga memberi tahu alternatif lain dalam merayakan malam takbiran. "Di Jakarta, rencananya ada festival beduk. Telah disiapkan 49 komunitas beduk untuk malam takbiran," ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna juga mengimbau agar warga Depok tidak turun ke jalan untuk takbiran keliling. "Lebih baik datang ke masjid Balai Kota Depok," ucapnya.

    IMAM HAMDI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Wuhan Menjangkiti Kapal Pesiar Diamond Princess

    Jumlah orang yang terinfeksi virus korona Wuhan sampai Minggu, 16 Februari 2020 mencapai 71.226 orang. Termasuk di kapal pesiar Diamond Princess.