Mudik, Penumpang Kereta dari Senen dan Gambir Meningkat 15 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah calon pemudik jurusan Pasar Senen-Malang mengantre pengecekan tiket penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 21 Juni 2017. PT Kereta Api Indonesia memperkirakan puncak mudik di Stasiun Pasar Senen terjadi besok atau pada H-3 Lebaran.TEMPO/Amston Probel

    Sejumlah calon pemudik jurusan Pasar Senen-Malang mengantre pengecekan tiket penumpang di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, 21 Juni 2017. PT Kereta Api Indonesia memperkirakan puncak mudik di Stasiun Pasar Senen terjadi besok atau pada H-3 Lebaran.TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Penumpang kereta api dari Stasiun Pasar Senen dan Gambir, Jakarta Pusat, selama musim mudik Lebaran tahun ini mengalami peningkatan 15 persen dibanding tahun lalu.

    “Pada 2016, total penumpang yang diberangkatkan dari H-10 hingga H+1 Lebaran berjumlah 494.556. Tahun ini naik menjadi 570.640,” ujar Humas Daerah Operasi 1 PT KAI Suprapto di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Juni 2017.

    Baca juga: Kemenhub Prediksi Puncak Arus Balik pada Jumat-Sabtu Pekan Ini

    Kenaikan volume penumpang tersebut melebihi target yang diperkirakan Daop 1 PT KAI. Sebelumnya, perseroan hanya menargetkan kenaikan volume penumpang 5 persen untuk masa angkutan Lebaran tahun ini.

    Menurut Suprapto, kenaikan volume penumpang terjadi karena ada enam rangkaian kereta ekonomi premium produksi PT Industri Kereta Api (Persero) (INKA) yang mulai dioperasikan pada 15 Juni 2017. Penambahan enam rangkaian kereta yang memiliki kapasitas 8.448 kursi itu memang bertujuan memperkuat angkutan Lebaran 2017.

    Baca juga: Arus Balik, Maksimal 1 Jam di Rest Area KM 62 Tol Cikampek

    Ke depan, kata Suprapto, PT KAI akan terus melakukan peremajaan dan penambahan gerbong kereta api untuk mengakomodasi lebih banyak lagi permintaan penumpang. “Sejak penjualan tiket dibuka, dalam sehari ada 46 ribu tiket dibeli penumpang, sementara permintaannya bisa lebih dari 200 tiket per hari,” katanya.

    DWI FEBRINA FAJRIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.