Teror Mabes Polri, Banyak Nama Mulyadi di RT 5 Kampung Pegaulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penusukan 2 anggota Brimob di sekitar masjid lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta, 30 Juni 2017. Pelaku yang juga ikut salat tiba-tiba berteriak dan menikam dua anggota yang berada di sebelahnya. TEMPO/Subekti.

    Petugas kepolisian melakukan olah TKP di lokasi penusukan 2 anggota Brimob di sekitar masjid lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jl. Sultan Hasanuddin, Jakarta, 30 Juni 2017. Pelaku yang juga ikut salat tiba-tiba berteriak dan menikam dua anggota yang berada di sebelahnya. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bekasi - Penduduk RT 12 RW 5, Kampung Pegaulan, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi yang bernama Mulyadi ternyata lebih dari dua orang. Namun, "Semua yang namanya Mulyadi ada di rumah pada saat kejadian," kata Jomas, penduduk asli kampung itu kepada Tempo, Sabtu, 1 Juli 2017.

    Nama Mulyadi, 24 tahun beralamat RT 12 RW 5, Kampung Pegaulan, Desa Sukaresmi, Kabupaten Bekasi, tertera pada kartu tanda penduduk (KTP) yang tertinggal di tas milik penusuk dua anggota Brimob di masjid lingkungan Mabes Polri, Jumat malam, 30 Juni 2017. Jomas sendiri mengaku tak tahu Mulyadi yang tercantum dalam KTP di tas pelaku teror di Mabes Polri itu.

    Baca:
    Teror di Mabes Polri, Dua Korban Dioperasi Plastik
    Kapolres Depok Minta Polisi Berpakaian Dinas Mewaspadai Teror

    "Saya enggak kenal dia, kalau RT dan RW di alamat itu benar di sini,” ujar Jomas. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Bekasi, Ajun Komisaris Rizal Marito dikonfirmasi Tempo juga menyebutkan bahwa alamat di KTP tak sesuai dengan yang sebenarnya.

    Polisi, kata Rizal, sudah mengecek ke wilayah itu. "Alamat palsu," kata Rizal singkat.

    Baca juga:
    Kepada FORKABI, Sandi Berjanji akan Melindungi Budaya Betawi
    Volume Kendaraan Arah Jakarta Via Tol Cipali Menurun

    Jumat petang, sekitar pukul 19.40, serangan teror terjadi di Masjid Falatehan Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dua anggota Brimob, Ajun Komisaris Dede Suhatmi dan Brigadir Satu Syaiful Bakhtiar ditusuk dengan pisau oleh orang tidak dikenal, bakda salat Isya.

    Pelaku yang kabur ke arah Terminal Blok M dan ditembak polisi meninggalkan tasnya di masjid. Tas itu berisi KTP, kartu ATM dan beberapa kartu lainnya, serta telepon seluler. Tas dan barang-barang itu dijadikan polisi untuk menyelidiki teror di Mabes Polri itu
    Dede dan Syaiful , menjalani operasi platikkini dirawat di Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur, tadi malam. Jenazah teroris berada di kamar jenazah Rumah Sakit Polri.

    ADI WARSONO

    Video Terkait:
    Aksi Teror di Mabes Polri, 2 Anggota Brimob Ditusuk usai Salat Isya




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.