Operasi Ramadniya 2017, Angka Kecelakaan Lalu Lintas Menurun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 1.896 personel TNI, Polri dan instansi terkait mengikuti apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ramadniya 2017 digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 19 Juni 2017.  Operasi Ramadniya merupakan operasi kemanusiaan dalam rangka pengamanan hari raya sekaligus mengantisipasi di bulan Ramadan. TEMPO/Rizki Putra

    Sebanyak 1.896 personel TNI, Polri dan instansi terkait mengikuti apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ramadniya 2017 digelar di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 19 Juni 2017. Operasi Ramadniya merupakan operasi kemanusiaan dalam rangka pengamanan hari raya sekaligus mengantisipasi di bulan Ramadan. TEMPO/Rizki Putra

    TEMPO.COJakarta - Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan angka kecelakaan di wilayah hukum Polda Metro Jaya selama Operasi Ramadniya 2017 menurun dibanding tahun lalu. 

    Budiyanto menuturkan tahun ini terjadi 95 kasus kecelakaan lalu lintas. "Artinya turun 28 persen dibanding tahun lalu, yang jumlahnya 132 kejadian," kata Budiyanto melalui keterangan tertulis pada Selasa, 4 Juli 2017. “Kecelakaan sepeda motor masih mendominasi, yaitu sebanyak 93 kasus.”

    Menurut Budiyanto, angka kematian akibat kecelakaan juga menurun dibanding 2016. Tahun lalu tercatat korban meninggal akibat kecelakaan sebanyak 12 orang. Sedangkan pada tahun ini 10 orang. "Menurun 17 persen," ujarnya.

    Untuk korban luka berat dan luka ringan dalam operasi yang berlangsung sejak 19 Juni ini menurun hingga 50 persen dan korban luka ringan menurun 13 persen. "Pada 2016 sebanyak 50 orang mengalami luka berat, sedangkan tahun 2017 sebanyak 25 orang. Untuk luka ringan pada 2016 sebanyak 113 dan tahun 2017 sebanyak 98," katanya.

    Kepolisian menggelar operasi nasional Ramadniya pada 19 Juni-3 Juli 2017. Operasi ini digelar untuk mengamankan pelaksanaan ibadah Ramadan, arus mudik, hingga arus balik Lebaran 2017.

    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kajian Ibu Kota Baru, Diklaim Memperkuat Kawasan Timur Indonesia

    Pemindahan ibu kota ke luar Jawa diklaim akan memperkuat kegiatan nasional dan kawasan Indonesia timur. Begini kajian ibu kajian ibu kota baru.