Pemasang Bendera ISIS Ancam Bikin Jakarta seperti Marawi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat berisi ancaman yang ditemukan di depan pagar kantor Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 4 Juli 2017. ISTIMEWA

    Surat berisi ancaman yang ditemukan di depan pagar kantor Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, 4 Juli 2017. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta - Selain bendera negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang ditemukan di Markas Kepolisian Sektor Kebayoran Lama, polisi menemukan surat ancaman di dalam botol air mineral. Surat itu berisi ancaman kepada anggota Polri, TNI, Densus 88, dan Banser NU.

    Selain itu, ada pula ancaman yang menyebut mengenai Jakarta yang akan dibuat seperti tragedi teror di Marawi, Filipina. "Ketahuilah, perang telah dimulai, akan kami buat Jakarta ini seperti Marawi," tulis surat ancaman di karton berwarna kuning itu.

    Ancaman itu meminta polisi berhenti menyebut mereka sebagai teroris. "Bahwa pada dasarnya kalianlah teroris sebenarnya, karena kalian telah membunuh dan menangkap umat muslim serta ulama-ulama kami."

    Baca juga:Mapolsek Kebayoran Lama Diteror, Ada Bendera ISIS dan Ancaman

    Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono membenarkan kabar adanya surat ancaman itu. "Ada surat ancaman juga ya ditemukan di situ," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Selasa, 4 Juli 2017.

    Saat ini, kata Argo, pihaknya tengah mengejar pelaku dan memeriksa saksi-saksi dalam peristiwa itu. Serta mencari kemungkinan adanya CCTV yang merekam peristiwa tersebut. "Kami akan cek apakah ada CCTV di sana yang bisa membantu," katanya.

    Sebelumnya, bendera ISIS ditemukan terpasang di pagar depan kantor Polsek Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pemasangan atribut ini dilakukanpada Selasa pagi, 4 Juli.

    "Betul, sekitar pukul 05.30 petugas dari Polsek Kebayoran Lama menemukan sehelai bendera hitam dengan tulisan lafaz 'Lailahaillahaillallah' yang menyerupai lambang ISIS," kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan Komisaris Alam Nur saat dikonfirmasi, Selasa, 4 juli.

    Baca juga: Teror di Mabes Polri, Pelaku Tantang Polisi Sebelum Ditembak

    Alam menuturkan peristiwa ini berawal saat anggota polsek yang tengah berada di kantor curiga dengan seseorang yang menghentikan sepeda motornya di depan kantor. Namun saat dihampiri, orang tersebut langsung pergi terburu-buru.

    INGE KLARA SAFITRI

    Video Terkait:
    Beredar Video ISIS Akan Serang Indonesia dan Malaysia




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.