PPDB Online Kacau, Orang Tua Geruduk Kantor Disdik Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi PPDB Online (siap-ppdb.com)

    Ilustrasi PPDB Online (siap-ppdb.com)

    TEMPO.CO, Bekasi - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB onlie di Kota Bekasi tidak berjalan sesuai yang diharapkan. Orang tua siswa kesulitan mendaftar secara online karena sistem tidak bisa mendeteksi Nomor Induk Kependudukan (NIK) calon peserta didik. Ratusan orang tua akhirnya menggeruduk kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi di Jalan Lapangan Tengah, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur, Rabu, 5 Juli 2017.

    Tesya, 42 tahun, mengatakan ingin mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 6, Pondokgede. Namun saat memasukkan nomor induk kependudukan pada kolom yang tersedia, namanya tak muncul. Karena itu ia buru-buru datang ke Dinas Pendidikan untuk menanyakan masalah tersebut. “Setelah menyerahkan kartu keluarga diminta untuk menunggu, sampai NIK diperbarui, sehingga bisa mendaftar," kata dia, Rabu 5 Juli 2016.

    Kesulitan serupa juga dialami Ricard Jordon. Dia berencana mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 5, Bekasi Utara. Namun NIK yang dia masukan tidak terbaca oleh server PPDB online. Setelah dibantu petugas Dinas Pendidikan, akhirnya nama putrannya muncul dan bisa mendaftar. "Sempat nunggu lama, karena banyak yang bermasalah," ujar dia.

    Ketua PPDB online Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, NIK tidak terbaca oleh server karena kartu keluarga pendaftar diterbitkan sebelum 2010. Padahal, setelah 2010 pemerintah telah meminta masyarakat untuk memperbarui kartu keluarga agar mendapat NIK baru.

    Untuk mengatasai masalah itu, Dinas Pendidikan meminta pendaftar menyerahkan kartu keluarga dan PIN yang diberikan dari sekolah asal. Selanjutnya Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan untuk memperbaryi kartu keluarga. "Kami yang membantu mendaftarkannya," kata Inayatullah.

    Pemerhati pendidikan di Kota Bekasi, Boyke Hutapea mengkritik dinas pendidikan yang tidak mengantisipasi persoalan NIK. Sebab, kejadian serupa pernah terjadi pada PPDB online tahun sebelumnya. "Harusnya membuat pengaduan di setiap sekolah," kata dia. "Kasihan masyarakat yang rumahnya jauh, harus datang ke kantor dinas," ujar dia.
     
    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.