Bukti Kurang, Pemeriksaan Kaesang Pangarep Tunggu Gelar Perkara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vlog Kaesang berjudul #BapakMintaProyek. youtube.com

    Vlog Kaesang berjudul #BapakMintaProyek. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menilai laporan penodaan agama dan ujaran kebencian yang diarahkan kepada Kaesang Pangarep belum bisa ditindaklanjuti. Alasannya, bukti-bukti yang memperkuat sangkaan masih kurang. “Pelapor datang tapi tak ada bukti fisik, harusnya kan bawa flashdisk atau CD (compact disk). Lah ini enggak ada," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis, 6 Juli 2017.

    Meski demikian, kata Argo, penyidik nanti akan melakukan gelar perkara. Hasil gelar perkara itu dijadikan dasar untuk melanjutkan laporan ini atau tidak. Jika penyidik menilai buktinya cukup, maka Kaesang Pangarep  kemungkinan dipanggil untuk diperiksa. "Kalau tak cukup bukti untuk naik ke penyidikan, ngapain diperiksa," katanya.

    Baca: Polisi Jadwalkan Periksa Pelapor Kaesang Jumat Ini

    Argo menegaskan, polisi tidak bisa memaksakan pemeriksaan suatu kasus tanpa disertai bukti yang kuat. Sikap ini bukan lantaran orang yang dilaporkan adalah anak presiden namun semata karena pertimbangan teknis penyelidikan. "Kan tidak cukup bukti," ujarnya.

    Kaesang Pangarep dilaporkan melakukan penodaan agama dan ujaran kebencian atau hate speech. Orang yang melaporkan adalah Muhamad Hidayat Situmorang, 52 tahun, warga Perumnas 1, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.  Laporan itu didasarkan atas ucapan putra bungsu Presiden Joko Widodo itu dalam vlog-nya yang berjudul #BapakMintaProyek.
     
    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uang Djoko Tjandra untuk Gaya Hidup Jaksa Pinangki

    Tersangka kasus suap Jaksa Pinangki Sirna Malasari diduga menerima uang banyak untuk mengurus fatwa bebas Djoko Tjandra