Penamparan, 2.000 Petugas Bandara Dilatih Menyapa dengan Senyum

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joice Waraouw, pelaku penamparan petugas AVSEC Bandara Sam Ratulangi, Manado, memenuhi panggilan petugas Kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 7 Juli 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    Joice Waraouw, pelaku penamparan petugas AVSEC Bandara Sam Ratulangi, Manado, memenuhi panggilan petugas Kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, 7 Juli 2017. ANTARA/Muhammad Adimaja

    TEMPO.CO, Tangerang - Kantor Cabang Utama Bandar Udara Soekarno-Hatta, PT Angkasa Pura II, melakukan evaluasi terhadap kinerja sekitar 2.000 orang petugas Aviation Security di Bandara Soekarno-Hatta pascainsiden penamparan petugas oleh dokter militer TNI, Achmad Gayung.

    "Kami akan melakukan evaluasi. Intinya, tegas tidak harus garang," ujar Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta Muhammad Suriawan Wakan, kepada Tempo, Ahad, 9 Juli 2017.

    Baca: Dokter Militer Tampar Petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta

    Bentuk evaluasi, kata Wakan, melalui local training yang akan diberikan kepada ribuan petugas setiap hari secara bergantian. Materi local training, kata Wakan, lebih menekankan agar para petugas melakukan tegur dan sapa yang lebih baik serta membudayakan senyum saat melakukan tugas.

    Menurut Wakan, jumlah petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta saat ini mencapai 2.000 orang yang terdiri atas 800 orang pegawai PT Angkasa Pura II dan sisanya pegawai outsourcing. Mereka bekerja dalam satu regu yang bertugas di Security Check Point (SPC).

    Masing-masing SPC terdiri atas operator yang mengoperasikan mesin X-Ray, petugas di body search, pengaturan lalu lintas penumpang dan barang, serta pengecekan tiket. "Mereka di awasi dan dikontrol oleh seorang supervisor," kata Wakan.

    Setelah melihat kejadian kemarin, kata Wakan, petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta sudah melakukan semuanya sesuai dengan standar operasional prosedur. "Seorang yang melewati Walk Through Metal Detector (WTMD) berbunyi, dan standar pemeriksaan dilakukan dengan detektor metal atau secara manual. Sudah dilakukan pemeriksaan," ucap Wakan.

    Menurut Wakan, tipikal dari penumpang atau para pengguna jasa yang akan bepergian menggunakan pesawat memiliki kecenderungan stres yang berlebih ketika berhadapan dengan SPC. "Dari rumah, baik naik pribadi maupun angkutan umum stres meningkat ketika tiba di bandara. Di SPC 1 stres semakin meningkat, dan lebih meningkat lagi ketika lapor ke meja check in counter dan SPC 2," kata Wakan.

    Level stres pengguna jasa bandara, kata Wakan, akan mereda ketika sudah berada di boarding lounge. "Untuk itu kami juga akan mengevaluasi pola stres seseorang ketika akan naik pesawat," ujar Wakan menambahkan.

    Wakan mengatakan petugas Avsec melakukan pemeriksaan barang dan penumpang berhubungan dengan keamanan. Dalam pelaksanaannya, Wakan mengakui ada orang yang merasa risih dan terganggu. Tapi itu demi kebaikan semua agar terjamin keamanan dan keselamatan penerbangan. "Lebih baik tidak berangkat daripada keamanan tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Wakan.

    Baca juga: Kapolri: Korban dan Pelaku Penamparan Petugas Bandara Berdamai

    Dokter militer TNI, AG, menampar petugas Avsec Bandara Soekarno-Hatta yang memeriksanya, Jumat, 7 Juli 2017. Sebelumnya, perlakuan yang sama dilakukan seorang istri jenderal kepada petugas Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.