Terungkap, Ini Penjelasan Polisi Motif Pembacokan Hermansyah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahli IT ITB, Hermansyah, menjadi korban pembacokan di jalan tol Jagorawi Km 6, Jakarta Timur, 9 Juli 2017. Foto : facebook

    Ahli IT ITB, Hermansyah, menjadi korban pembacokan di jalan tol Jagorawi Km 6, Jakarta Timur, 9 Juli 2017. Foto : facebook

    TEMPO.CO, Jakarta -Kasus pembacokan Hermansyah mulai terkuak motifnya setelah Polres Kota Depok meringkus dua pelaku dan menemukan pisau dapur serta mobil Toyota Yaris sebagai barang bukti. Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Maulana Marpaung, motif penganiayaan karena mobil pelaku menyenggol kendaraan korban saat melintas di jalan tol.

    "Akhirnya terjadi kejar-kejaran di Jalan Tol Jagorawi. Di sana terjadi cekcok, mobil pelaku dihadang korban. Tapi, korban yang dianiaya. Motifnya spontan. Korban tidak bersama adiknya," ungkap Maulana Marpaung, Rabu, 12 Juli 2017.

    Baca: Cerita Detail Detik-detik Pembacokan Hermansyah di Tol Jagorawi

    Hermansyah, pakar telematika lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), dibacok di Jalan Tol Jagorawi kilometer 6 pada Minggu, 9 Juli 2017. Pelaku penganiayaan sebanyak 5 orang, dua di antaranya sudah ditangkap di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.

    Senjata tajam yang dipakai membacok korban, yaitu pisau dapur yang dibuang tak jauh dari lokasi kejadian. Dua pelaku yang ditangkap Edwin Hitipeuw, 37 tahun, dan Lauren Paliyama, 31 tahun. "Pelaku penusukan Lauren Paliyama," kata Maulana.

    Menurut Maulana, belum ditemukan kasus ini berkaitan dengan perkara pornografi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab dengan Firza Husein. Hermansyah dikenal sering melontarkan pernyataan bahwa percakapan mesum yang diduga dilakukan Rizieq dan Firza dan menjadi viral di media sosial, merupakan rekayasa.

    Baca: Hermansyah Dibacok, Firza Husein Batal Ajukan Saksi Meringankan

    Polisi sedang mengusut kasus chat berkonten mesum itu dengan menjadikan Rizieq dan Firza sebagai tersangka. "Jadi motif penganiayaan (Hermansyah) itu tidak ada unsur kesengajaan. Korban dianiaya karena keduanya sama-sama emosi. Apalagi pelaku dalam keadaan mabuk minuman keras," kata Maulana.

    Usai menganiaya Hermansyah, Maulana melanjutkan, pelaku kabur ke Bandung. "Di sana, mereka menyembunyikan dua mobil yang digunakan menganiaya. Kami sedang mengambil dua mobil yang disembunyikan. Kami juga mencari tiga pelaku lain."

    IMAM HAMDI



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.