Perampok Pengemudi Ojek Online Tewas Dipukuli Massa di Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Mayat

    Ilustrasi Mayat

    TEMPO.CO, Bekasi - Pengemudi ojek online menjadi korban perampokan ketika melintas di Jalan Juanda, Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu dini hari. Satu dari enam pelaku tertangkap dan dipukuli massa sampai tewas.

    "Diduga pelaku enam orang, dua diantaranya perempuan," kata juru bicara Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Komisaris Erna Ruswing Andari, Rabu, 12 Juli 2017.

    Baca: Polisi Ciduk Pengemudi Ojek Online Rangkap Pengedar Sabu

    Erna mengatakan, peristiwa tersebut bermula ketika pengemudi ojek onlibe, Arjuna, 23 tahun, berboncengan dengan adiknya. Ketika melintas di Jalan Juanda, sepeda motor yang ditumpangi bersenggolan dengan sepeda motor yang ditumpangi tiga orang pemuda.

    "Pelaku jatuh, kemudian terjadi cek-cok mulut," ujar Erna. Tanpa basa-basi, pelaku kemudian mengeroyok korban yang merupakan driver dari Grab-Bike tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka memar di wajahnya. Tak hanya itu, pelaku juga membawa kabur sepeda motor korban.

    Arjuna yang kehilangan sepeda motor segera menginformasikan kejadian tersebut ke sesama ojek online. Tanpa harus menunggu lama, puluhan ojek online berkumpul, lalu menyisir sejumlah wilayah untuk mencari pelaku. "Bertemu dengan seorang pelaku di daerah Papan Mas, Tambun," kata Erna.

    Karena itu, pelaku yang teridentifikasi bernama Anjay (19), ditangkap dan dikeroyok massa. Polisi yang datang segera menyelamatkan pelaku, namun nyawa pelaku tak tertolong ketika dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramajati, Jakarta Timur.

    Kepala Kepolisian Sektor Bekasi Timur, Komisaris Susgarwanto, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Hasil keterangan sementara, diduga pelaku berjumlah enam orang, menggunakan dua sepeda motor. "Dua diantaranya diduga perempuan," kata Susgarwanto.

    Baca juga: Sopir Ojek Online Tewas Terjepit Bus dan Truk

    Susgarwanto enggan berspekulasi ihwal komplotan pelaku, apakah komplotan geng motor atau spesialis pencuri sepeda motor. Adapun, satu orang pelaku yang tertangkap meninggal dunia. "Kami masih mencari lima pelaku lainnya," kata Susgarwanto.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.