Istri Hermansyah, Irina Ustinova Kini Sering Murung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irina Ustinova, istri dari Hermansyah korban pembacokan. instagram.com

    Irina Ustinova, istri dari Hermansyah korban pembacokan. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kesedihan Irina Ustinova, istri Hermansyah, makin bertambah. Setelah suaminya dipacok di Jalan Tol Jagorawi pada Minggu, 9 Juli 2017, kini Irina diisukan sebagai mantan pekerja seks komersial (PSK). Irina yang tinggal di RT4 RW2 Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, jarang keluar rumah.

    Tetangga korban, Marni, 50 tahun, mengatakan sejak peristiwa pembacokan terhadap Hermansyah, Irina sering murung. "Biasanya kalau bertemu selalu menyapa dengan senyum. Tapi, Senin kemarin pas ketemu diam saja," kata Marni, Kamis, 13 Juli 2017. "Mukanya terlihat sedih sekali."

    Baca: Peran Irina dalam Penangkapan Pelaku Pembacokan Hermansyah  

    Irina, kata Marni, memang jarang keluar rumah. Kalaupun keluar hanya ke warung sebelah rumah. "Paling beli air mineral. Itu pun belinya pakai bahasa isyarat karena tidak bisa bicara Indonesia," ujarnya. Irina sudah dua tahun tinggal di kawasan Tirtajaya.

    Juru bicara keluarga Hermansyah, Ihwan, membantah Irina mantan PSK. "Ia hanya ibu rumah tangga," kata Ihwan.



    Dalam kasus Hermansyah, polisi telah membekuk empat dari lima pelaku penganiayaan. Mereka adalah Lauren Paliyama, Edwin Hitipeuw, Erick Birahy, dan Richard Patipelu. Sedangkan satu orang yang masih dikejar adalah Domaince, yang masuk daftar pencarian orang (DPO) terhadap kasus penganiayaan ahli telematika Hermansyah. 


    Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal M. Iriawan mengatakan, pengeroyokan Hermasyah itu terjadi tanpa perencanaan. Kesimpulan ini didasarkan atas keterangan para tersangka. "Pelat nomor mobil pelaku asli, mungkin kalau direncanakan akan dipalsukan," kata Iriawan. “Makanya kami mudah melacaknya.”

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.