Minggu, 25 Februari 2018

Djarot Dukung Uji Coba Aspal Plastik untuk Jalan di Jakarta

Oleh :

Tempo.co

Senin, 17 Juli 2017 15:02 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Djarot Dukung Uji Coba Aspal Plastik untuk Jalan di Jakarta

    Pasukan Orange Kelurahan Petojo memeras lembaran busa yang digunakan untuk mengepel aspal yang tergenang air banjir di sekitar kawasan Istana Kepresidenan, Jakarta, 29 Januari 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendukung rencana pemerintah pusat yang akan mencoba penggunaan campuran limbah plastik dengan aspal untuk pembuatan jalan. Proyek uji coba tersebut baru memasuki tahap uji coba dan akan dijalankan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

    "Itu sudah pernah dicoba di India. Hasilnya cukup bagus. Limbah plastik dipakai sebagai campuran hot mix (aspal)," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin, 17 Juli 2017.

     


     

    Menurut Djarot, penggunaan uji coba campuran limbah plastik tersebut bisa diterapkan di Jakarta. Apalagi, kata Djarot, jumlah limbah plastik di ibu kota sangat melimpah. Sisa pembakaran limbah plastik yang dilakukan di intermediate treatment (ITF) terhadap sampah plastik juga masih bisa digunakan.

    "Sisa pembakarannya itu tetap bisa digunakan apakah untuk paving block atau untuk campuran bangunan jalan. Sehingga semua sampah warga kami manfaatkan betul," ujar Djarot. 


     


     

    Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan pencampuran sampah plastik dengan aspal yang akan diaplikasikan di beberapa ruas jalan wilayah Bekasi. Proyek percontohan tersebut dimaksudkan untuk mengatasi masalah penumpukan plastik di Indonesia.

    Di India, proyek tersebut sudah pernah dijalankan dengan pembangunan 120 ribu kilometer pembangunan jalan. Setidaknya ada tiga keuntungan apabila proyek tersebut bisa dijalankan di Indonesia, yaitu pembiayaan pembangunan yang berkurang hingga tujuh persen, biaya perawatan berkurang karena dinilai lebih kuat, terakhir bisa mengurangi limbah plastik.

    LARISSA HUDA


     

     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Billy Graham, Pendeta Penasehat Presiden Amerika Serikat, Wafat

    Billy Graham, pendeta paling berpengaruh dan penasehat sejumlah presiden AS, wafat di rumahnya dalam usia 99 tahun pada 21 Februari 2018.