Melintas di Trotoar, Pengendara Sepeda Motor Ditilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video Koalisi Pejalan Kaki yang diancam  tukang ojek saat pakai trotoar untuk parkir motor di  Kebon Sirih Jakarta. youtube.com

    Cuplikan video Koalisi Pejalan Kaki yang diancam tukang ojek saat pakai trotoar untuk parkir motor di Kebon Sirih Jakarta. youtube.com

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mulai pagi ini, Selasa, 18 Juli 2017, secara khusus mengawasi pengendara sepeda motor yang melintas di trotoar, terutama di kawasan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Dikutip dari akun twitter TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro, sejak pukul 06.50 WIB polisi sudah menilang sejumlah pengendara.

    Baca: Viral Sepeda Motor Serobot Trotoar, Djarot: Itu Kurang Ajar

    Selain di Jalan Kebon Sirih, petugas menilang pengguna sepeda motor yang melintas di trotoar di depan Stasiun Pasar Minggu, kawasan Jatinegara, Kampung Melayu, dan Jalan Daan Mogot, Cengkareng. 

    Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Budiyanto mengatakan pengendara akan ditindak tegas jika melintas di trotoar. Peruntukan trotoar memang hanya untuk pejalan kaki. "Kalau sepeda motor menggunakan trotoar, langsung ditilang," kata Budiyanto kepada Tempo, Senin, 17 Juli 2017.

    Baca: Djarot Saiful Hidayat: Tangkap Pengemudi Motor yang Lewat Trotoar

    Permasalahan pengguna sepeda motor yang melintas di trotoar sudah lama berlangsung di berbagai ruas jalan di Ibu Kota. Tidak hanya pada saat kemacetan, trotoar kerap digunakan tukang ojek untuk mengetem, sebagai jalan pintas pengguna sepeda motor, juga untuk berjualan. 

    Persoalan ini kembali mencuat setelah dua pengendara sepeda motor terlibat adu mulut dengan komunitas pejalan kaki. Peristiwa ini direkam dalam video dan menjadi viral di media sosial. Dalam video tersebut, dua pengendara sepeda motor tidak terima saat diminta tidak melintas dan memarkirkan sepeda motornya di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. 

    Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyayangkan sikap pengendara yang mengamuk kepada komunitas pejalan kaki tersebut. Menurut Djarot, pengendara tidak pantas mengamuk karena ia dinilai tidak tertib lalu lintas. "Itu kan dia tidak tertib lalu lintas. (Saya akan minta) tertibkan yang naik sepeda motor itu. Itu sangat mengganggu dan membahayakan pejalan kaki," ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, Senin.

    Baca: Pengendara Motor Gunakan Trotoar, Polisi: Langsung Ditilang

    Komunitas pejalan kaki mengingatkan bahwa trotoar seharusnya untuk pejalan kaki. Tak terima, dua pengendara sepeda motor memaki anggota komunitas tersebut sambil membanting helmnya. Dua pria yang terekam dalam video tersebut juga melontarkan kata-kata kasar.

    Menurut mereka, ia sengaja menggunakan trotoar karena jalanan yang macet. Selain itu, trotoar ia gunakan untuk mangkal sembari mencari penumpang ojek. Mereka juga keberatan atas larangan itu karena bisa menghilangkan penghasilan mereka. 

    IRSYAN HASYIM | LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.