Masalah Lahan Selesai, Underpass Cibitung Siap Dibangun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi proyek underpass atau jalan bawah tanah. ANTARA/Dewi Fajriani

    Ilustrasi proyek underpass atau jalan bawah tanah. ANTARA/Dewi Fajriani

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan lahan seluas 6.061 meter untuk pembangunan underpass di Jalan Raya H. Bosih, Kecamatan Cibitung. "Lahan siap dipakai," kata Kepala Dinas Perumahahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan, Kabupaten Bekasi, Jamalludin, Rabu, 19 Juli 2017.

    Jamalludin  mengatakan, untuk pembebasan lahan pemerintah telah menghabiskan anggaran Rp 88 miliar. Proses pembebasan memakan waktu dua tahun anggaran, yakni 2015 senilai Rp 47 miliar, dan 2016 sebesar Rp 41 miliar. "Kami membebaskan 65 bidang lahan," kata dia.

    Baca: Bekasi Anggarkan Rp 52 M untuk Lahan Terowongan Cibitung 

    Dari seluruh bidang lahan, kata dia, masih ada empat bidang yang belum rampung. Masing-masing pemilik dua bidang belum menyerahkan berkas, sedangkan dua lainnya belum sepakat dengan harga. "Alternatif terakhir konsinyasi, itu jika proyek sudah mulai dibangun," kata Jamal.

    Jamalludin  mengatakan, Kementrian Perhubungan berjanji akan membangun underpass tersebut pada 2018. Karena itu pemerintah Kabupaten Bekasi harus menyiapkan anggarannya. Mengacu pada pembiayaan underpass Tambun, kata dia, dana yang dibutuhkan sekitar Rp 125 miliar. "Enggak jauh beda dari underpass Tambun," kata dia.

    Baca: Dua Proyek Menyusul Setelah Underpass Tambun 

    Menurut Jamalludin , berdasarkan detail enginering design, underpass Cibitung memiliki lebar 37 meter terbagi dua jalur. Adapun, panjangnya mencapai 400 meter. Pemerintah Pusat menargetkan pembangunan rampung pada 2019. "Bersamaan dengan operasinya kereta commuter line sampai ke Cikarang," kata dia.

    Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Kota Bekasi Jejen Sayuti mengatakan, underpass menjadi kebutuhan menyusul akan beroperasinya KRL dari Jakarta sampai ke Cikarang. "Untuk memecah kemacetan, dan kecelakaan karena intensitas perjalanan kereta," kata Jejen.

    Jejen mengatakan, jalur tersebut merupakan penghubung antara wilayah utara Bekasi menuju ke selatan. "Jalur utama rata-rata di selatan, seperti Jalur Pantura, maupun Tol Jakarta-Cikampek," kata dia.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.