Eks Calon Wakil Ahok Besok Dilantik Jadi Kepala Setpres

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono berada diruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 28 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI Jakarta Heru Budi Hartono berada diruang tunggu sebelum menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung KPK, Jakarta, 28 April 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono,  rencananya bakal dilantik sebagai Kepala Sekretariat Kepresidenan besok Kamis, 20 Juli 2017.  

    Informasi itu diungkapkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. Ia mengatakan Heru akan dilantik di Istana Kepresidenan pukul 09.00 WIB, Kamis, 20 Juli 2017.

    Baca: Mantan Calon Wakil Ahok Jadi Kepala Sekretariat Kepresidenan

    "Sedangkan pesan tertulisnya belum sampai. Karena kami dapat bocoran, ban saja bisa bocor, hehehe," ujar Saefullah usai menjalani sidang paripurna di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Rabu, 19 Juli 2017.

    Mantan calon wakil Gubernur  yang akan berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta itu akan menggantikan Darmansjah Djumala, yang kini menjadi Duta Besar Austria.

    Baca: Heru Budi Jadi Kepala Setpres, Djarot Belum Tentukan Penggantinya

    Adapun pengganti Heru, kata Saefullah, masih menunggu keputusan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.  Menurut Saefullah, pengganti Heru adalah pejabat yang setara dengan pangkat eselon dua. "Itu nanti gubernur, lihat gubernur pilih siapa begitu lho. Kalau saya kan cuma eksekusi, misal, 'Pak Sekda usulin ini, usulin itu' begitu," ujar Saefullah.

    Sebelum dilantik di istana, Heru sampai saat ini masih berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) DKI Jakarta. Menurut Saefullah, kepergian Heru tidak akan meninggalkan beban besar bagi kinerja Balai Kota. Pasalnya, kata Saefullah, sistem di DKI Jakarta sudah solid dan transparan.

    Baca:Gagal Jadi Calon Wagub Ahok, Heru Budi: Muka Lebih Cerah 

    Heru sendiri mengakui sudah menjalani proses pemilihan sejak dua bulan lalu. Menurut Heru, proses seleksi itu ia ikuti berdasarkan inisiatif pribadi karena melihat iklan lowongan yang tersebar di internet. Setelah mendaftar, Heru mengatakan dirinya mengikuti seluruh rangkaian proses seleksi secara resmi.

    Heru menampik anggapan bahwa keputusan dirinya pindah ke istana lantaran memiliki hubungan dekat dengan Presiden Joko Widodo. Anggapan tersebut semakin santer mengingat Heru pernah hampir mendampingi Ahok untuk jadi bakal calon wakil gubernur lewat jalur independen.

    Baca: Pasrah Tak Jadi Cawagub, Heru: Banyak Kader Partai yang Baik

    "Ya, enggak. Saya mau coba berkarir di tempat lain saja. Enggak (ada arahan Jokowi), ada bukaan lamaran kosong ya ikut. Nanti saya di bawah Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara)," ujar Heru.

    LARISSA HUDA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.