Mencemari Kali Bekasi, PT. Millenium Laundry Sudah 6 Kali Ditegur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kali Bekasi. Dok. TEMPO/Bagus Indahono

    Kali Bekasi. Dok. TEMPO/Bagus Indahono

    TEMPO.CO, Bekasi - Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menyegel PT. Millenium Laundry, karena terbukti melakukan pencemaran terhadap air Kali Bekasi. Perusahan jasa pencucian bahan jeans tersebut sudah pernah mendapatkan surat peringatan sebanyak enam kali.

    "Perusahaan tidak ada itikad baik, makanya disegel," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kota Bekasi, Jumhana Lutfi, Kamis, 20 Juli 2017. Selain karena Limbah, perusahaan itu juga diduga tidak mempunyai izin mendirikan bangunan, dan sertifikat analisis dampak lingkungan (Andal).

    Baca: Bikin Kali Bekasi Hijau Kebiruan, PT Milenium Laundry Disegel

    Meski disegel, kata Jumhana, pemerintah tak bisa sewenang-wenang menutup perusahaan tersebut, karena masih mempertimbangkan pekerja di sana. "Orang yang bekerja 40 orang," kata Jumhana.

    Karena itu, pihaknya ini hanya memberikan sanksi administratif sampai perusahaan bersedia memperbaiki Inslatasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). “Jika masih bandel, pemerintah terpaksa menutup,” ujar Juhana.

    Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan pemerintah tak akan membuka segel yang sudah dipasang di pintu utama sampai perusahaan memperbaiki atau membuat instalasi pengolahan air limbah. "Jika air limbah yang dibuang ke kali tidak mencemari, dan ikan tidak mati, akan kami buka," kata Rahmat.

    Rahmat juga mencurigai adanya pegawai pemerintah yang "bermain" dalam perizinan. Sebab, dalam inspeksi mendadak Kamis pagi, sebagian bangunan perusahaan berdiri di atas garis sempadan sungai. "Bukan hanya limbah yang dilanggar, tapi pendirian bangunan juga," kata Rahmat.

    Rahmat menambahkan, langkah yang diambil pemerintah sudah sesuai dengan Undang-Undang RI nomor 22 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. "Kali Bekasi masih menjadi sumber air baku untuk diolah menjadi air bersih milik PDAM," kata Rahmat.

    Seorang penanggung jawab di perusahaan itu, Muhidin, mengatakan, PT. Millenium Laundry berdiri sejak 2016. Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa pencucian bahan jeans. Adapun, vendornya beberapa pabrik jeans lokal. "Sudah tidak ada aktivitas lagi, hanya pengeringan saja," kata Muhidin.

    Baca juga: Pencemaran di Kali Bekasi, Jumhana: Sumbernya dari Pabrik

    Menurut Muhidin, perusahaan belum bisa membuat IPAL sesuai standar baku lantaran terbentur pembiayaan. Untuk membangun IPAL, ujar Muhidin, dibutuhkan biaya Rp 1,5 miliar. "Nanti akan saya sampaikan ke pemilik pabrik. Kalau begini terus, kasihan banyak pekerja yang menganggur," kata Muhidin.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.