Manggarai Akan Jadi Stasiun Utama Kereta ke Luar Jakarta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah alat berat dioperasikan untuk mengerjakan pembangunan proyek double-double track (DDT) Paket A Manggarai-Jatinegara di Jakarta, 25 November 2016. Proses pengerjaan untuk Paket A jalur Manggarai-Jatinegara telah berjalan 10 persen. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2018. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Sejumlah alat berat dioperasikan untuk mengerjakan pembangunan proyek double-double track (DDT) Paket A Manggarai-Jatinegara di Jakarta, 25 November 2016. Proses pengerjaan untuk Paket A jalur Manggarai-Jatinegara telah berjalan 10 persen. Proyek ini ditargetkan selesai pada 2018. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Stasiun kereta api untuk jalur ke luar kota Jakarta bakal dipusatkan di Manggarai dan Jatinegara setelah proyek double-double track selesai. Stasiun Gambir dan Senen tak akan lagi menjadi stasiun pusat untuk kereta api ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

    "Double-double track ini akan membuat level of service dari Kereta Api Indonesia, baik yang internal di Jakarta maupun yang luar menjadi bagus. Karena nanti keluar kota, stasiunnya akan ada dua. Di Jatinegara maupun di Manggarai. Enggak ada lagi di Gambir," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Stasiun Jatinegara, Ahad, 23 Juli 2017.

    Baca juga: Harga Tanah DDT Rendah, Warga Tempuh Jalur Hukum

    Menurut Budi, diubahnya jalur kereta luar kota tersebut untuk memudahkan integrasi mobilitas kereta api baik di dalam DKI ataupun kereta dari luar. Karena saat ini sering terjadi adanya keterlambatan kereta, sehingga jalur keduanya harus dipisahkan.

    "Jadi soal itu kereta api enggak masuk ke dalam kota. Sehingga enggak ada lagi crossing antara pergerakan luar kota dan dalam kota. Sekarang ini kan sering terjadi keterlambatan dalam kota bisa karena gangguan luar kota, atau sebaliknya. Nah, ini masing-masing akan kita pisahkan agar independen, dan tidak menginterupsi satu sama lain," kata Budi.

    Pernyataan Budi Karya Sumadi ini setelah mendengarkan perkembangan pembangunan jalur kereta api double-double track dari Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Wilayah Jakarta dan Banten.

    Adapun jalur kereta berganda ini terdiri atas tiga paket pengerjaan, yaitu paket A untuk jalur Manggarai-Jatinegara, paket B-1 untuk jalur Bekasi-Cikarang, dan paket B-2 untuk jalur Jatinegara ke Bekasi.

    Budi menuturkan double-double track tahap awal diharapkan dapat selesai pada awal 2018 sehingga akan dapat meningkatkan pelayanan dari PT Kereta Api Indonesia.

    Adapun hingga saat ini, pembangunan proyek tersebut secara keseluruhan baru mencapai 40 persen. Menurut Budi, terhambatnya pembangunan double-double track disebabkan oleh pembebasan lahan. "Kami harus membebaskan beberapa tempat. Tadi saya dapat laporan, tanah sedang dilakukan suatu koordinasi dan kami akan membebaskan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku," tuturnya.

    Baca juga: Dua Rel Ganda Beroperasi, Perlintasan Kereta Akan Ditutup

    Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jakarta dan Banten Hadi Sritjahjo Legowo menambahkan, dalam rangka pembebasan tanah, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR). Ia berharap dengan koordinasi tersebut dapat mempermudah pembebasan lahan sehingga double-double track tersebut segera dikebut penyelesaiannya.

    "Selama ini hanya sebagian kecil aja. Ini tanah negara. Ada tanah negara bebas, ada tanah milik PT KAI, dan tanah milik pemda. Nah karena ini banyak pemiliknya, maka kami akan berkoordinasi dengan ATR," kata Hadi.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.