Polisi: Indonesia Masih Jadi Pasar Utama Peredaran Narkoba Dunia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 26 April 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta, saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu, 26 April 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.COJakarta - Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nico Afinta mengatakan Indonesia masih menjadi pasar utama peredaran narkoba jaringan internasional. Hal itu terbukti dengan penyitaan sabu satu ton di kawasan Pantai Anyer, Serang, Banten, serta sabu 40 kilogram di Kalideres, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
     
    Permintaan besar itu, kata Nico, dibarengi dengan jumlah pengguna narkoba di Indonesia yang sudah mencapai 5-6 juta orang. "Data ini berdasarkan keterangan Badan Narkotika Nasional (BNN)," katanya di Mapolda Metro Jaya, Senin, 24 Juli 2017.

    Baca juga: Jokowi Minta Pengedar Narkoba Ditembak, Ini Syaratnya
     
    Sekitar 10 persen pengguna narkoba dari seluruh Indonesia berada di Jakarta. "Kalau di Jakarta dan sekelilingnya penduduknya 12 juta, kita ambil 10 persennya, itu 1,2 juta," kata Nico.
     
    Namun, menurut dia, dari angka 10 persen itu hanya setengahnya yang dikategorikan pengguna aktif. "Pengguna aktif itu membutuhkan, kalau (pengguna) pasif itu kalau diajak, ada acara, baru pakai," kata Nico. 
     
    Berdasarkan data tersebut, Nico menambahkan, pihaknya akan terus memberantas narkoba di wilayah Indonesia. Bahkan ia tak segan melakukan tindakan tegas terukur. "Jadi jangan coba-coba mengedarkan narkoba di Indonesia," katanya.
     
    INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.