Yayasan Bangkrut, SD Kasih Ananda II di Jakarta Timur Ditutup

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi siswa Sekolah Dasar (SD). TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi siswa Sekolah Dasar (SD). TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto, mengatakan pihaknya menutup Sekolah Dasar (SD) Kasih Ananda II di Jakarta Timur, karena bangkrut. "Yayasannya sudah angkat tangan tidak sanggup mengelola, kemudian diserahkan ke pemerintah," ujar Bowo saat dihubungi Tempo pada Selasa, 25 Juli 2017.
     
    Menurut Bowo, tahun lalu pihaknya mendapat keluhan dari yayasan bahwa sekolah mereka telah merugi. Alasannya diduga akibat jumlah pemasukan tidak seimbang dengan biaya operasional yang dikeluarkan setiap bulan. “Kemudian mereka berniat memasrahkan sekolah ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta,” kata Bowo.

    Baca: Tak Berizin, 35 SMA Jakarta Utara Terancam Tutup

    Apalagi, ujar Bowo, dari tahun ke tahun jumlah siswa yang mendaftar terus menurun. Seluruh biaya operasional sekolah tersebut bertumpu pada uang yang didapat dari orang tua siswa. “Karena jumlahnya tak banyak, praktis hal ini menyebabkan sekolah terus merugi,” ujar Bowo. 
     
    Pemerintah DKI Jakarta, Bowo menambahkan, tak serta-merta mengambil alih kepemilikan sekolah lantaran terkendala zonasi peruntukan lahan. “Sekolah swasta itu berdiri di atas lahan bukan zona pendidikan. Sehingga tahun lalu, pemerintah membekukan sekolah dan tidak diperkenankan untuk menerima siswa baru,” ujar Bowo.

    Sementara ini, siswa yang sudah telanjur bersekolah masih mengikuti proses belajar-mengajar.
     
    Bowo mengungkapkan, jumlah siswa di SD Kasih Ananda II mencapai 130 anak. Jumlah itu terdiri dari siswa kelas 2 hingga kelas 6. Orang tua para siswa sempat protes di Balai Kota DKI. "Makanya kami beri solusinya, tapi belum sinkron," ucap Bowo.
     
    Pihak orang tua siswa tak masalah jika para siswa dipindah ke sekolah negeri terdekat. Namun pihak guru mempermasalahkan. Menurut Bowo, lebih dari enam orang guru meminta agar mereka juga ikut dipindah satu paket dengan para siswa. “Karena mereka takut tak mendapat pekerjaan lagi setelah sekolah bubar,” kata Bowo.

    Baca juga: Anies Bandingkan Sekolah di Jakarta & Yogya, Ini Kata Ahok
     
    Sedangkan slot guru ajar yang dibutuhkan sekolah negeri sudah habis. Saat ini, Bowo tengah berupaya untuk menyelamatkan nasib siswa dan guru SD Kasih Ananda II. "Makanya nanti dipetakan ada tidak sekolah negeri yang butuh guru," ucap Bowo.
     
    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.