Koalisi Pejalan Kaki: Isu Trotoar Jangan Seperti Gorengan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuplikan video Koalisi Pejalan Kaki yang diancam  tukang ojek saat pakai trotoar untuk parkir motor di  Kebon Sirih Jakarta. youtube.com

    Cuplikan video Koalisi Pejalan Kaki yang diancam tukang ojek saat pakai trotoar untuk parkir motor di Kebon Sirih Jakarta. youtube.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Koalisi Pejalan Kaki mempertanyakan kebijakan penggunaan trotoar oleh pemerintah DKI Jakarta. Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengatakan kebijakan pemerintah melegalkan trotoar untuk digunakan pedagang kaki lima binaan Dinas Usaha Kecil dan Menengah (UKM) DKI Jakarta bertentangan dengan aturan yang melarang pedagang kaki lima berjualan di trotoar. "Nah, ini sebenarnya kita mau pakai aturan yang mana? Jangan sampai ada dualisme," kata Alfred di Jakarta, Selasa, 25 Juli 2017.

    Menurut Alfred, agar tidak adanya dualisme kebijakan mengenai penggunaan trotoar, ia
    meminta pemerintah memastikan bagaimana penggunaan trotoar, terutama bagi pedagang binaan Dinas UKM. "Kalau itu sudah diselesaikan, ayo baru kita mulai deh nih. Ayo kita rapikan trotoarnya," ucapnya.

    Baca juga: Djarot Saiful Hidayat Melarang Pot Diletakkan di Tengah Trotoar   

    Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan menggelar bulan tertib trotoar setelah video anggota Koalisi Pejalan Kaki diserang pengendara sepeda motor saat menggelar aksi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu viral di media sosial.

    Alfred khawatir pemerintah DKI Jakarta tak lagi menindaklanjuti kondisi trotoar apabila isu tersebut sudah tak lagi hangat. "Jadi seperti hangat-hangat gorengan. Begitu selesai diangkat, adem lagi gitu loh," ujarnya.

    WULAN NOVA S|JULI 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.