Bendera Pusaka Disimpan dalam Kaca Antipeluru di Monas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Pusaka mencium Sang Saka Merah Putih saat pengukuhan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 15 Agustus 2016. TEMPO/Subekti.

    Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Pusaka mencium Sang Saka Merah Putih saat pengukuhan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 15 Agustus 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meninjau dan membahas tempat penyimpanan bendera pusaka Merah Putih di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu pagi, 26 Juli 2017. Pertemuan yang digelar di Ruang Kemerdekaan Monas itu juga dihadiri  Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budihartono, dan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. 
     
    Djarot mengatakan, demi keamanan dan kenyamanan, tempat menyimpan bendera pusaka Merah Putih telah disempurnakan. Buktinya, kata Djarot, tempat menyimpan bendera pusaka terbuat dari bahan kaca khusus setebal 12 milimeter. “Dirancang dengan materi kaca antipeluru,” ujar Djarot, Rabu, 26 Juli 2017.

    Baca: HUT Kemerdekaan Ke-71 RI, Arjuna Kibarkan Bendera Merah Putih

    Kelembapan dan suhu di dalam ruang kaca tersebut, ujar Djarot, juga sudah diperhatikan sehingga bendera pusaka tetap awet dan bagus. "Tadi sudah kami cek karena itu (bendera pusaka) sudah lama sekali enggak mendapat perhatian. Alhamdulillah, dua tahun ini sudah kami benahi," katanya.

    Menurut Djarot, tempat penyimpanan bendera pusaka Merah Putih tersebut akan diresmikan dan dipamerkan pada 12 Agustus 2017 atau lima hari menjelang hari kemerdekaan Indonesia.

    Bendera pusaka Merah Putih adalah sebutan bagi bendera Republik Indonesia yang dijahit pada 1945 oleh Fatmawati, istri Presiden Sukarno. Bendera pusaka Merah Putih pertama kali dikibarkan menjelang pembacaan naskah proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Sukarno pada 17 Agustus 1945. Setelah disimpan bertahun-tahun di Istana Negara, bendera pusaka Merah Putih disimpan di Monas sejak 2003.

    Djarot meminta bendera pusaka Merah Putih dijaga selama 24 jam nonstop dengan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Kepolisian RI (Polri). Djarot mengidamkan penyimpanan dan pengamanan bendera pusaka seperti layaknya bendera Inggris di Istana Buckingham. "Kalau mereka ganti shift pengawal, kami usulkan bendera pusaka dijaga TNI dan Polri secara bergantian," tuturnya.

    Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan Agustus merupakan bulan perayaan kemerdekaan Indonesia sehingga persiapan bendera pusaka Merah Putih menjelang 17 Agustus harus diperhatikan. Menurut Pratikno, tempat penyimpanan bendera pusaka Merah Putih harus aman.

    Baca juga: Ruang Penyimpan Bendera Pusaka Bakal Dilapisi 15 Kg Emas

    Penyimpanannya, ujar Pratikno, harus mempertimbangkan kondisi bendera agar tidak rusak selama beberapa waktu ke depan. "Kami harus mengukur betul bagaimana kelembapannya, tapi tetap bisa dilihat publik," tuturnya.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?