Siswa Berkebutuhan Khusus di Depok Ditampung di 3 SMP  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penyandang cacat / kaum difabel. REUTERS/Rafael Marchante

    Ilustrasi penyandang cacat / kaum difabel. REUTERS/Rafael Marchante

    TEMPO.CO, Depok - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kota Depok menerima 18 orang siswa berkebutuhan khusus tahun ajaran 2017/2018. Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Mohammad Thamrin mengatakan, siswa berkebutuhan khusus ditempatkan di tiga dari 26 SMP neger.
     
    "Tahun sebelumnya siswa ABK disebar ke sejumlah sekolah. Tapi, tahun ini hanya tiga sekolah, yakni SMP 8, 18 dan 19," kata Thamrin, Rabu, 26 Juli 2017. Adapun rinciannya, kata Thamrin, di SMPN 8 menerima 8 siswa, SMPN 18 menerima 1 siswa, dan SMPN 19 menerima 9 siswa.

    Baca: Sekolah Inklusi, Tempat Belajar Anak Berkebutuhan Khusus
     
    Thamrin menuturkan, pihaknya memfokuskan pendidikan siswa inklusi atau berkebutuhan khusus di tiga sekolah tersebut, agar guru lebih mudah memberikan pendidikan dan pendampingan kepada mereka. “Setiap siswa berkebutuhan khusus memerlukan guru pendamping yang memahami cara mendidik mereka,” kata Thamrin.
     
    Selain itu, menurut Thamrin, pemerintah bisa lebih menghemat anggaran. Musababnya, tidak semua sekolah menyediakan guru pendamping bagi siswa berkebutuhan khusus. "Guru pendamping hanya ada di tiga sekolah itu. Jadi lebih efisien juga dalam melakukan pengawasannya," ucap Thamrin.
     
    Meski begitu, kata Thamrin, pihaknta terus berupaya mencari tenaga pengajar yang berfokus mendidik siswa berkebutuhan khusus. Karena, setiap siswa berkebutuhan khusus memerlukan guru honorer untuk menjadi pendamping mereka beradaptasi dan belajar bersama siswa lainnya. 
     
    Menurut Thamrin, pemilihan tiga sekolah tersebut juga agar siswa tidak terlalu jauh untuk menjangkaunya. Siswa berkebutuhan khusus yang berada di kawasan timur Depok masuk di SMPN 8, tengah SMPN 19, dan barat di SMPN 18. "Satu sekolah maksimal 30 orang. Tapi, yang mendaftar masih sedikit di tahun ajaran ini," kata Thamrin.
     
    Thamrin menambahkan, sekolah yang ditunjuk untuk menerima siswa berkebutuhan khusus harus merekrut tenaga honorer berpengalaman antara tiga sampai lima orang. “Diharapkan siswa berkebutuhan khusus dapat berbaur dengan siswa lain,” ucap Thamrin.
     
    Kepada seluruh guru di sekolah yang menerima siswa berkebutuhan khusus, Thamrin meminta agar terus mendampingi. Maksudnya, jangan sampai mereka menjadi sasaran bullying atau perisakan atas kekurangannya. 

    Baca juga: Metode Pendidikan Ini Penting Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
     
    "Mereka digabung bersama siswa normal, agar bisa dibantu dan berbaur bersama. Untuk itu guru harus bisa membantu mereka agar percaya diri," ujar Thamrin.
     
    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.